Kuasa Hukum GT Pertanyakan Kontrak Rehab Rehabilitasi Gedung KONI

Manado,sulutlink.com- Kasus yang melilit Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulut Greety Tielman, terkait dugaan korupsi pengadaan rehab gedung KONI Manado terus berjalan di Polda Sulut.

Bukti konkritnya, kuasa Hukum oknum tersangka GT alias Grety, yakni Frangky Weku, mempertanyakan kontrak kerja pada pekerjaan rehabilitasi gedung Hall B di KONI Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya di dalam kontrak tersebut tidak tercantum maupun tertulis ada nama GT

“Saya juga binggung, di dalam kontrak tidak ada nama klien saya. Dan tentunya kami sangat menghormati mekanisme atau prosedur hukum yang berlaku. Bahkan kami datang berdasarkan panggilan pihak Polda Sulut. Akan tetapi ketika kami mempelajari tentang apa yang bisa melibatkan klien kami, sejujurnya kami tidak paham. Sebab dalam kontrak perjanjian kerja tidak ada nana ibu GT. Kemudian yang kedua benar ketika ada seseorang meminta bantuan, jadi klein saya hanya memberikan bantuan semata. Lain dari pada itu, bukan menjadi tanggungbjawabnya,” ungkap Weku

Lebih jauh kata Weku, pada waktu pendampingan, disampaikan bahwa ada proses tindakan penahanan. Dan selaku pengacara kami akan tetap melakukan upaya hukim semaksimal mungkin.

“Jumat pekan lalu, saya sudah bermohon mengajukan penangguhan,”tandas Weku.

Sementra itu Direktur Reskrimsus Polda Sulut, Kombes Pol Dedi Sofiandi membenarkan bahwa pihaknya melakukan penahanan tiga tersangka dugaan korupsi rehabilitasi gedung Hall B KONI Sulawesi Utara (Sulut).

“Betul, tersangkanya sudah ditahan. Kita menahan tiga tersangka. Kasus ini dalam proses sidik,” singkat Sofiandi saat ditemui di ruang kerjanya Senin (22/10/2018).

Diketahui dugaan kasus korupsi rehabilitasi gedung Hall B KONI Sulawesi Utara (Sulut) ini berbandrol Rp 2,3 miliar. Penyidik Tipikor Polda Sulut melakukan penahanan pada tiga tersangka berinisial SN, GT dan MP. Menurut informasi, dalam dugaan kasus korupsi rehabilitasi gedung Hall B KONI Sario, penyidik menemukan pengerjaan tidak sesuai dengan anggaran. Atas dasar itulah penyidik mulai melakukan penyelidikan dan menemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp1 Miliar.

(Team SL)

You must be logged in to post a comment Login