MANADO ALAMI INFLASI 3,30 PERSEN

Manado, Sulutlink.com – Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada bulan November 2019 mengalami inflasi sebesar 3,30 persen.

“Di luar dugaan secara dua bulan berturut-turut (Oktober-November 2019), Sulawesi Utara menjadi daerah tertinggi angka inflasinya,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Sulut Dr Ateng Hartono di Manado, Senin.

Dia mengatakan bila Oktober 2019 di angka 1,22 persen, pada November 2019 melambung jauh ke angka 3,30 persen.

Ateng menjelaskan secara inflasi tahun kalender menjadi sebesar 5,5 persen dan secara year on year sebesar 6,32 persen.

“Inflasi November ini disebabkan adanya peningkatan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 13,61 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen,” ujar Ateng.

Dijelaskan Ateng bahwa tomat sayur masih menjadi momok bagi Sulut, karena harganya yang masih melambung. Secara presentase, tomat menyumbang inflasi 3,4102 persen.

“Komoditi lain yaitu lemon (0,1117 persen), bawang merah (0,0673 persen), jeruk nipis (0,0595 persen) dan beberapa komoditi lainnya,” kata Ateng.

Dia menambahkan bila dibandingkan juga dengan daerah lainnya se-Sulawesi, Sulut mengalami inflasi paling dalam.

“Setelah Sulut ada Bau-bau (0,87 persen), sementara Kendari satu-satunya yang mengalami deflasi di Sulawesi,” terangnya.

Sementara itu untuk angka inflasi nasional, pada November 2019 menyentuh angka 0,14 persen. Dari angka itu, menyebabkan inflasi tahun kalender 2019 berada di angka 2,37 persen dan secara y on y berada di angka 3,00 persen.

Selain Sulut ada 57 daerah lain yang mengalami inflasi. Sementara 25 daerah mengalami deflasi.

(ANT/Ryn)

You must be logged in to post a comment Login