Manfaat Olahraga Bridge

Sulutlink.com – Ketua Umum PB Gabsi; Olah raga Bridge memiliki dampak positif yang kuat dalam mengembangkan kemampuan intelektual manusia dan dalam memperkuat karakter sebuah bangsa, Insan olahraga harus mampu menunjukkan diri sebagai pelopor dalam hal sportivitas, persatuan dan persaudaraan, sehingga nilai-nilai olahraga bisa menjadi bagian dari nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa, menjadi sumber persaudaraan dari bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai macam suku, ras dan agama ini.

Nilai-nilai positif yang merupakan ciri-ciri permainan bridge, antara lain sebagai :
1. Partnerships game, keberhasilan olahraga ini tergantung pada keutuhan kekompakan setiap pasangan.
2. Intelectual game, dalam olahraga ini dibutuhkan daya pikir, kecerdasan, kecermatan, ketelitian dan juga strategi sehingga olahraga ini berkesan olahraga kaum intelektual.
3. Gentlemen game, dalam olahraga bridge dituntut sikap kesatria, sportivitas yang tinggi serta perilaku yang sopan dan tenang.

Semua ciri-ciri permainan bridge menunjukan bahwa bridge bisa menjadi olahraga alternatif untuk membantu pemerintah dalam hal pembentukan masyarakat madani.
Olahraga bridge secara langsung mengasah dan meningkatkan kecerdasan otak manusia meliputi Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ) dan kecerdasan lainnya, serta secara tidak langsung meningkatkan daya tahan fisik karena hampir setiap kegiatan olahraga bridge memakan waktu berjam–jam bahkan kadang – kadang suatu turnamen dilangsungkan sampai 10 jam per hari dan berlangsung selama berhari–hari. Hal tersebut tentunya memerlukan stamina mental dan fisik yang prima
sehingga setiap pemain secara tidak langsung akan berusaha meningkatkan daya tahan fisiknya dengan berbagai cara termasuk melakukan olahraga fisik lainnya.

Substansi olahraga bridge sesungguhnya merupakan disiplin ilmu sains, sosial dan psikologi secara integral, sehingga dari kacamata ilmu pengetahuan, setiap pemain bridge baik sadar maupun tidak telah menggunakan suatu gabungan disiplin ilmu sains, sosial dan psikologi dalam bentuk ilmu terapan sebagai berikut :
a. Ilmu Matematika diterapkan dalam menghitung dan menganalisa distribusi kartu dan persentase sebaran kartu dan lain – lain.
b. Ilmu Management diterapkan dalam pengelolaan waktu , strategi serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Bahkan seluruh proses manajemen modern misalnya tahapan POAC (Planning, Organizing, Action, Control) juga terkandung dalam bridge.
c. Ilmu Komunikasi dibutuhkan khususnya dalam kaitan yang lebih luas yaitu komunikasi yang mengarah kepada kerjasama yang erat (partnership), saling pengertian dan toleransi terhadap kekurangan dan kelebihan masing – masing partner.
d. Ilmu Psikologi dibutuhkan karena setiap pemain harus mampu menahan emosi sewaktu dirinya ataupun partnernya melakukan kesalahan, mampu ber-empati baik terhadap pikiran teman maupun lawan.
e. Etika dan moral sangat dibutuhkan mengingat setiap permainan bridge sarat dengan berbagai problema etika, moral dan nilai – nilai sportivitas. Setiap permainan bridge penuh dengan godaan dan ujian karena terbuka peluang yang besar bagi setiap pemain untuk melakukan tindakan/cara – cara yang melanggar koridor etika, moral dan sportivitas dengan tujuan meraih kemenangan semu.

Substansi bridge tersebut diatas sangat bermanfaat bagi terbentuknya suatu pola pikir yang terstruktur, sistimatis, startegi, praktis atau pragmatis dengan unsur ilmu sains, sosial dan psikologi secara bersamaan.
Dengan pola pikir bridge tersebut maka setiap pemain bridge yang menghayati substansi olahraga bridge secara mendalam akan lebih mudah beradaptasi dan sukses dalam berbagai lingkungan sosial yang pluralis dan multikulturalis dengan berbagai problematika kehidupan. Oleh sebab itu, tidak berkelebihan apabila dikatakan bahwa olahraga bridge memiliki unsur pendidikan kecakapan hidup (life skill).

Oleh : Prof. Miranda S. Goeltom,SE,MA,Ph.D

You must be logged in to post a comment Login