Masyarakat Dihimbau Jangan Terlambat Membawa Pasien Demam ke RS

Manado, Sulutlink.com – Pemerintah Kota Manado (Pemkot) gencar menghimbau masyarakat untuk tidak terlambat membawa Pasien Demam ke pusat layanan kesehatan, berkenaan dengan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Utara dan Manado khususnya. Hal ini dilakukan di semua lingkungan masyarakat, termasuk Keluarahan Winangun Satu Kecamatan Malalayang. Lurah Winangun Satu Carolina Sangeroki, SE langsung turun menyatakan himbauan.

“Menghimbau masyarakat untuk SEGERA membawa ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan anak atau keluarga yang mengalami demam untuk segera mendapatkan penanganan kesehatan sesuai indikasi. Hal ini kami sampaikan sesuai dari evaluasi kasus-kasus DBD yang meninggal beberapa diantaranya disebabkan keterlambatan keluarga membawa (pasien/korban) ke fasilitas pelayanan kesehatan”, demikian Surat Himbauan dari Sangeroki sebagai perpanjangan tangan dari Walikota Dr. Ir. G. S. Vicky Lumentut, M.Si dan Wawali Mor Dominus Bastian, SE, yang dibacakan Sekretaris Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Winangun Carlo Manado Carol Tumarar, saat Ibadah Sabat, pada Sabtu (19/1) pagi.

Hal ini, berhubungan dengan Kewaspadaan dan Penanggulangan Penyakit. Penyuluhan di titik-titik kasus yang terkornfirmasi secara diagnosis dari rumah sakit, seperti tempat-tempat umum (pekuburan), sekolah dan tempat ibadah terus dilakukan. “Kegiatan ini akan terus dilakukan sebagai satu upaya menekan peningkatan kasus terutama pada situasi cuaca yang tidak menentu. Dari evaluasi hal ini tidak cukup maksimal tanpa peran masyarakat dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “tulis himbauan di acara yang langsung dihadiri oleh Sangeroki, yang juga dirangkaikan dengan Puncak Program ‘Ten Days of Prayer Program’, dimana Pdt. Jefry Tumewu menjadi saluran berkat pemberitaan Firman, menguatkan umat untuk terus mengenal Tuhan lebih dekat, sebab Tuhan yang menyatakan dirinya sebagai “Aku adalah Aku” terus akan menyertai umatNya.

Karenanya warga Gereja yang juga merupakan Komponen Masyarakat di Winangun Satu diajak untuk bersama memerangi dan memutuskan rantai penularan DBD. “Menghimbau masyarakat tentang PSN yang dapat dilakukan sendiri di rumah melalui kegiatan 3M Plus, yaitu : Menguras, Menutup dan Menimbun tempat-tempat atau wadah yang dapat menampung air, maupun air hujan seperti botol, kaleng, ban mobil/motor bekas. Hal ini apabila dilakukan secara maksimal merupakan tindakan yang efektif dalam memutuskan rantai penularan DBD dari nyamuk (telur nyemuk menjadi jentik, jentik menjadi nyamuk dewasa, nyamuk dewasa menularkan virus melalui gigitan). Menggunakan lotion repellent anti nyamuk pada pagi maupun sore menjelang malam. Hadir juga gembala Jemaat Pdt. Anggrinal Wongkar, Ketua GMAHK Jemaat Winangun Frets Melope, SE., M.Si dan Jeinner J. Rawung, S.Psi., M.Pd (BAT/Psikologi Brilliant Indonesia). Melayani pujian rohani diantaranya Pemuda & Remaja Advent Winangun, Male Quartet Advent Winangun dan Duet Saha-BAT Kasih.

 

You must be logged in to post a comment Login