Berita Sulut, 1 Mei, 2008


Sudah 72 Orang Meninggal Dunia

Awas ! Penderita HIV/AIDS di Sulut Terus Mingkat !

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Ini warning keras bagi pemerintah jika tidak seerius menangani penanggulangan masalah HIV/AIDS di Sulut. Betapa tidak, hanya dalam kurun waktu satu bulan sejak akhir Maret 2008 lalu sebanyak 322 orang penderita, kini terhitung Kamis (30/04), jumlah penderita HIV/AIDS di Sulut telah mencapai 361 orang. Angka yang dibeber Dinas Kesehatan Sulut melalui Kasie P2M Dr Nora Lumentut, ini tentu sangat mengejutkan. Sebab itu artinya, hampir setiap harinya bertambah satu orang penderita HIV/AIDS di Bumi Nyiur Melambai.

 

“Penderita paling banyak pada umur produktif yakni antara 20 tahun hingga 39 tahun. Total penderita HIV/AIDS di Sulut sampai Kamis (30/04) mencapai 361 orang yang terbagi pada HIV 172 orang dan AIDS sebanyak 189 orang. Penderita lelaki sebanyak 203 orang dan perempuan 158 orang. Penderita paling muda berumur 1 tahun sebanyak 4 orang. Manado menduduki peringkat teratas dengan 142 penderita disusul Bitung sebanyak 90 orang. Sedangkan Kota Kotamobagu, Mitra dan Talaud belum ditemukan penderita,”ungkap Nora Lumentut pada sulutlink, Kamis (30/04).

 

Diungkapkan Lumentut sejak kasus HIV/AIDS ditemukan di Sulut tahun 1997 sampai bulan April 2008 ini, sudah 72 orang yang meninggal dunia akibat penyakit mematikan tersebut. “Itu yang diketahui, belum lagi yang tidak diketahui, ini fenomena gunung es. Penyebarannnya di Sulut terdeteksi melalui perilaku seks dan narkoba,”katanya.

 

Dikatakan Lumentut, pihaknya sendiri terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah berjangkitnya virus HIV/AIDS di Sulut, diantaranya; dilakukan penguatan melalui norma agama di sekolah-sekolah dan universita selain sosialisasi melalui tokoh-tokoh agama. Sedangkan bagi yang sudah terinfeksi lebih mengarah pada upaya pengobatan, dukungan dan kepedulian. “Ya, seperti tidak terjadi diskriminansi terhadap penderita HIV/AIDS. Dinas Kesehatan Sulut juga telah menyiapkan sejumlah unit pelayanan kesehatan di 5 rumah sakit di Sulut, yakni; RSU Prof Kandouw, RS Ratumbuisang, RSAD Teling, RS Bethesda Tomohon dan RS Bitung,”katanya lagi.
 

Senada dengan itu, Sekertaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kota Tomohon Pdt Renata Ticonuwu, ikut menyatakan kekuatirannya atas lonjakan angka penderita HIV/AIDS di Sulut. “Khusus Kota Tomohon saja sudah mencapai 25 orang penderita terhitung Kamis (30/04). Namun harus diingat para penderita khusus yang di Tomohon itu diketahui dibawa dari luar. ”kata Ticonuwu yang juga sebagai anggota dewan Tomohon, tersebut seraya menambahkan, pihaknya sudah menganggarkan sebanyak Rp 400 juta melalui APBD untuk penanggulangan dan penyebaran HIV/AIDS di Kota Tomohon.

 

Bahkan menurut Dr. Jerry Tambun dan Pdt Yefientje Dolentehide dari KPAD Provinsi Sulut, ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab bukan tidak mungkin pada tahun 2009 mendatang bertepatan dengan pelaksanaan WOC Manado, penderita HIV/AIDS di Sulut sudah mencapai diatas angka 400 orang. “Secepatnya melakukan koordinasi antar instansi terkait dalam penanggulangannya di Sulut. Sebab terkesan instansi teknis hanya jalan sendiri-sendiri. Sudah saatnya menyatukan tekad untuk menanggulanginya secara bersama-sama. Ini demi torang samua,”tukas Tambun dan Dolentehide.