|
Sudah
72 Orang Meninggal
Dunia
Awas ! Penderita
HIV/AIDS di Sulut
Terus Mingkat !
Laporan: Budi H
Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink.
Ini warning keras
bagi pemerintah jika
tidak seerius
menangani
penanggulangan
masalah HIV/AIDS di
Sulut. Betapa tidak,
hanya dalam kurun
waktu satu bulan
sejak akhir Maret
2008 lalu sebanyak
322 orang penderita,
kini terhitung Kamis
(30/04), jumlah
penderita HIV/AIDS
di Sulut telah
mencapai 361 orang.
Angka yang dibeber
Dinas Kesehatan
Sulut melalui Kasie
P2M Dr Nora Lumentut,
ini tentu sangat
mengejutkan. Sebab
itu artinya, hampir
setiap harinya
bertambah satu orang
penderita HIV/AIDS
di Bumi Nyiur
Melambai.
“Penderita paling
banyak pada umur
produktif yakni
antara 20 tahun
hingga 39 tahun.
Total penderita
HIV/AIDS di Sulut
sampai Kamis (30/04)
mencapai 361 orang
yang terbagi pada
HIV 172 orang dan
AIDS sebanyak 189
orang. Penderita
lelaki sebanyak 203
orang dan perempuan
158 orang. Penderita
paling muda berumur
1 tahun sebanyak 4
orang. Manado
menduduki peringkat
teratas dengan 142
penderita disusul
Bitung sebanyak 90
orang. Sedangkan
Kota Kotamobagu,
Mitra dan Talaud
belum ditemukan
penderita,”ungkap
Nora Lumentut pada
sulutlink,
Kamis
(30/04).
Diungkapkan Lumentut
sejak kasus HIV/AIDS
ditemukan di Sulut
tahun 1997 sampai
bulan April 2008 ini,
sudah 72 orang yang
meninggal dunia
akibat penyakit
mematikan tersebut.
“Itu yang diketahui,
belum lagi yang
tidak diketahui, ini
fenomena gunung es.
Penyebarannnya di
Sulut terdeteksi
melalui perilaku
seks dan
narkoba,”katanya.
Dikatakan Lumentut,
pihaknya sendiri
terus melakukan
berbagai upaya untuk
mencegah
berjangkitnya virus
HIV/AIDS di Sulut,
diantaranya;
dilakukan penguatan
melalui norma agama
di sekolah-sekolah
dan universita
selain sosialisasi
melalui tokoh-tokoh
agama. Sedangkan
bagi yang sudah
terinfeksi lebih
mengarah pada upaya
pengobatan, dukungan
dan kepedulian. “Ya,
seperti tidak
terjadi
diskriminansi
terhadap penderita
HIV/AIDS. Dinas
Kesehatan Sulut juga
telah menyiapkan
sejumlah unit
pelayanan kesehatan
di 5 rumah sakit di
Sulut, yakni; RSU
Prof Kandouw, RS
Ratumbuisang, RSAD
Teling, RS Bethesda
Tomohon dan RS
Bitung,”katanya lagi.
Senada dengan itu,
Sekertaris Komisi
Penanggulangan Aids
Daerah (KPAD) Kota
Tomohon Pdt Renata
Ticonuwu, ikut
menyatakan
kekuatirannya atas
lonjakan angka
penderita HIV/AIDS
di Sulut. “Khusus
Kota Tomohon saja
sudah mencapai 25
orang penderita
terhitung Kamis
(30/04). Namun harus
diingat para
penderita khusus
yang di Tomohon itu
diketahui dibawa
dari luar. ”kata
Ticonuwu yang juga
sebagai anggota
dewan Tomohon,
tersebut seraya
menambahkan,
pihaknya sudah
menganggarkan
sebanyak Rp 400 juta
melalui APBD untuk
penanggulangan dan
penyebaran HIV/AIDS
di Kota Tomohon.
Bahkan menurut Dr.
Jerry Tambun dan Pdt
Yefientje
Dolentehide dari
KPAD Provinsi Sulut,
ini harus menjadi
perhatian serius
pemerintah. Sebab
bukan tidak mungkin
pada tahun 2009
mendatang bertepatan
dengan pelaksanaan
WOC Manado,
penderita HIV/AIDS
di Sulut sudah
mencapai diatas
angka 400 orang.
“Secepatnya
melakukan koordinasi
antar instansi
terkait dalam
penanggulangannya di
Sulut. Sebab
terkesan instansi
teknis hanya jalan
sendiri-sendiri.
Sudah saatnya
menyatukan tekad
untuk
menanggulanginya
secara bersama-sama.
Ini demi torang
samua,”tukas
Tambun dan
Dolentehide.
|