Melky: Anggaran Rp.700 juta Pemilihan Nyong & Noni di Dinas Pariwisata Sulut, Sebaiknya Dikaji Lagi

Sulutlink.com – Akhir-akhir ini jelang bulan Desember tahun 2019 tidak lepas dari rangkaian padatnya agenda kegiatan Komisi IV DPRD Sulut, khususnya membidangi salah satu mitra kerja komisi yakni Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, bertempat di Ruang Komisi IV DPRD Sulut, memang baru saja menggelar rapat dengar pendapat dengan Kadis Pariwisata dan jajarannya guna mengevaluasi program tahun 2019 dan 2020 mendatang. Namun sebelumnya Komisi IV minta Dinas Pariwisata melaporkan kegiatan sepanjang tahun 2019 yang nantinya akan berakhir tinggal hitungan hari. Laporan ini diapresiasi seluruh anggota Komisi IV yang hadir saat itu. Disesi penyampaian draft usulan program tahun anggaran 2020 maka dari sekian kegiatan setelah dipaparkan sesuai programnya, ada hal yang mendapat perhatian khusus Komisi IV terkait event Pemilihan Nyong dan Noni Sulut untuk tahun 2020.

Diketahui, RDP yang dipimpin langsung Ketua Komisi, Braien Waworuntu dibawah Koordinator Komisi IV Billy Lombok, Selasa (26/11/2019), kemarin itu telah menggelar rapat evaluasi Triwulan III dan IV dengan Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang, didampingi para Kabid dan Kasub di jajarannya.

Komisi IV terfokus, ingin tahu apa manfaatnya sehingga dari paparan laporan salah satu kegiatan yang namanya Pemilihan Nyong dan Noni Sulut dalam draft usulan tahun 2020 dianggarkan sebesar Rp 700 juta.

MELKY JACKHIN PANGEMANAN

Personil Komisi IV, Melky Jackhin Pangemanan (MJP), menilai anggaran sebesar itu terlalu berlebihan. Sebaiknya pos anggaran ini dikaji lagi batasan besarannya, masih ada hal yang lebih yang pro menyentuh kebutuhan masyarakat seperti Pendidikan, dan Kesehatan,”kritik, MJP

Mengutip ucapannya “saya miris, pendidikan dan kesehatan butuh perhatian lebih, dimana masyarakat masih membutuhkan bantuan pemerintah, tapi malah untuk kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat,” beber,politisi muda dari PSI ini.

MJP, lanjut mempertanyakan prioritas program pemerintah yang pro kepentingan masyarakat mana. Pak Gubernur diparipurna yang lalu sudah menginstruksikan kepada seluruh SKPD, hapus anggaran yang tidak pro kepentingan masyarakat,
“Mana yang lebih prioritas? Biaya penyelesaian studi mahasiswa atau pemilihan Nyong dan Noni Sulut?. Sebaiknya, kaji lagi, optimalisasi saja kegiatan-kegiatan yang berdampak pada masyarakat,” tukas Melky kepada awak media di ruang kerjanya.

Legislator Dapil Minut-Bitung dikenal vokal tapi ramah ini, lebih kepada kepeduliannya terhadap pendidikan dan kesehata, apabila semua ini sudah terpenuhi, tidak masalah dianggarankan untuk pemilihan Nyong dan Noni Sulut.

“Ini, anggaran beasiswa studi akhir tahun 2020 ditiadakan, sementara di Dinas Pariwisata mengadakan anggaran Rp.700 juta untuk iven yang belum kelihatan manfaatnya bagi masyarakat,” pesan, Melky.

redaksi2-009 November 27 2019

You must be logged in to post a comment Login