Memahami Preemptive Modern

Oleh : Bert Toar Polii
Akhir-akhir ini di Indonesia, para pebridge heboh dengan persoalan preemptive modern. Apalagi banyak pemain yang ikut melakukan tanpa memahami secara tepat tentang cara penggunaannya. Penulis yang sudah melakukan hal ini sejak awal 90an merasa perlu untuk membantu meluruskan tentang hal ini.
Pengalaman penulis cukup banyak tentang ini karena sampai saat inipun masih ada banyak pemain yang mencap penulis sebagai pemain yang sangat agresif. Ini terjadi pada hari Minggu tanggal 17 Nopember 2019 di TIO Telkom. Ketika itu penulis ke toilet dan mendengar percakapan dua orang pemain, yang satu mengatakan, Berce itu pemain bagus, saying sekali dia terlalu agresif, coba kalau dia kurangi.
Anggapan ini muncul lebih banyak karena saya menggunakan Preemptive Modern yang belum banyak dikenal oleh pemain bridge di Indonesia. Selain itu saya selalu menekankan kepada partner, percaya bidding lawan, jangan terpaku dengan aturan sehingga bidding lawan tidak diperhitungkan. Contoh lawan buka 1D saya overcall 1S lawan double dan anda sebagai partner saya walaupun pegang 13 HCP hati-hati untuk bid game. Dasarnya karena lawan sudah minimal pegang sekitar 18-20 HCP yang berarti partner overcall bias hanya dengan 6-8 HCP sekedar untuk memudahkan lead.
Sebelum membahas tentang Preemptive Modern baiknya kita mengetahui perkembangan preemptive dari masa lalu.
Dalam beberapa hal, permainan bridge bisa diibaratkan dengan perang. Pada era Elly Cubertson ia melukiskan dalam bukunya yang terkenal Gold Book, bidding dalam bridge ibarat maneuver tentara. Tetapi, kini era Culbertson telah lewat, bidding sekarang bisa diibaratkan dengan teknologi yang digunakan dalam “Star Wars”
Salah satu bidding yang mengalami perubahan yang sangat drastic adalah preemptive.
Preemptive saat ini bertujuan membuat lawan susah sehingga aturan seperti Rule of Two and Three yang begitu popular dulu kini sudah ditinggalkan orang. Rule of Two and Three adalah dasar yang digunakan untuk Preemptive, yaitu boleh mati dua jika dalam keadaan bahaya dan boleh mati tiga jika tidak bahaya.
Saat ini “rule” tersebut telah diganti dengan Rule of 8,11 and 14 atau bisa diartikan kalau dumy menunjang kalah 800, dummy normal ya kalah 1100 dan kalau dummy sama sekali tidak membantu 1400 bukan masalah.
Preemptive Modern dimotori Marty Bergen pada awal tahun 80an dimana dia yang berpasangan dengan Larry Cohen mengenalkan weak two boleh dengan 5 kartu dan point yang sangat kurang.
Pro kontra langsung muncul sehingga American Contract Bridge League (ACBL) sempat mengeluarkan aturan, the “5-and-5 rule” (yang disebut juga “Marty Bergen rule”) dimana boleh buka 5 kartu tapi minimal 5 HCP. Namun aturan ini hanya bertahan lebih kurang setahun.
Penulis yang pada waktu itu menjadi anggota ACBL sehingga mendapat kiriman bulletin jadi tertarik menggunakan ini.
Dari coba-coba ini penulis banyak melakukan kesalahan sehingga muncul buku Preemptive Modern From A to Z dari Ron Andersen dan Sabine Zenkel yang terbit tahun 1993.
Buku ini banyak membantu penulis memahami preemptive modern sehingga mengurangi kesalahan yang terjadi.
Namun salah satu kata kunci yang perlu diingat adalah disiplin. Jangan sekali-kali berubah ketika preemptive karena pegang kartu preemptive klasik.
Alm. Memed Hendrawan partner saya mengakui hal ini. Dalam beberapa kesempatan ia mengatakan, penulis dalam urusan preemptive paling disiplin. Suatu saat dalam convention card kami tertulis, Bert Preemptive agresife, Memed Preemptive klasik.
Salah satu contoh terjadi ketika tim saya Djarum Super berhadapan dengan Djarum Black. Pada papan no 1 dimana utara pas dan timur buka 1C strong anda pegang Sxx H AK652 DQ9x Cxx. Penulis tidak bias overcall 1H karena artinya lain. Pilihan bid adalah pas atau 2H. Penulis memilih pass dan lawan bid 4H bikin. Di meja lain yang duduk ditempat penulis bid 2H dan kena double mati 5 atau 1.100.
Ini salah satu bukti penggunaan preemptive modern tidak boleh sembarangan.
Mengapa penulis tidak melakukannya, ada beberapa alas an, yaitu :

  1. Kondisi papan tidak bahaya
  2. Lawan kemungkinan tidak ada slam karena pegang HAK
  3. Syarat preemptive modern jangan ada Qxx apalagi Q10x atau QJx plus 1 trik.
  4. Kemungkinan lawan ada game juga masih tanda Tanya walaupun partner sudah pass.

You must be logged in to post a comment Login