Mingkid: Media Pers dan Akademisi Perlu Terlibat Dalam Pengembangan Pariwisata

Manado, Sulutlink.com. Pariwisata di Sulawesi Utara, khususnya di kota Manado mendapat perhatian yang lebih besar dari Pemerintah Kota Manado dan melibatkan berbagai organisasi Industri Pariwisata dan stakeholders lainnya. Hal ini bisa terlihat dari  Forum Diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh Asita Sulut, Perimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Himpunan Pramuwisata Indonesia, atau Indonesian Tourist Guide Association, juga dari unsur Pemerintah Kota Manado, Akademisi, dan Masyarakat, serta Industri Pers, Rabu, 16/15/18, di Hotel Aston, Manado.

FGD ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Manado, melalui Dinas Pariwisata Manado dan dibuka oleh Dra Neivi Lenda Pelealu MSi.

Menurut Merry Karouwan, salah satu peserta diskusi yang juga adalah Ketua Asita Sulut,  forum diskusi ini dalam rangka penyusunan rencana induk pengembangan Pariwisata Kota Manado. Dalam diskusi ini melibatkan Akademisi, Industri Pariwisata, Pemerintah, Masyarakat, dan Media.

Gambaran umum kota Manado dan Manado kota pariwisata 2025 dibawakan oleh Kepala Bapelitbang kota Manado, Dr. Linny Tambajong.

“Media Pers adalah bagian terpenting sebagai salah satu stakeholders Pariwisata.” Sebut Prof. Winda Mingkid dalam pemaparan.

Menurut Mingkid yang juga Tenaga Ahli Pemkot Manado, dulunya Pariwisata yang melibatkan Pemerintah, Industri, dan Masyarakat, tapi dengan kemajuan yang ada saat ini, Media dan Akademisi harus dilibatkan. Apa lagi media online sangat berperan besar karena hanya dalam hitungan detik, berita langsung tersebar.

FGD ini diikuti juga oleh beberapa tenaga ahli seperti Dr John Tasirin, dan Prof. Alex Masengi, PhD, serta undangan lainnya. (ds)

 

 

 

 

You must be logged in to post a comment Login