Mixed Team Berebut Medali Perunggu

Oleh : Bert Toar Polii
Tim Indonesia Mixed yang diperkuat Lusje Bojoh, Conny F Sumampouw, Ernis Sefita, Taufik Asbi, Denny Sacul dan Anthony Soebroto dengan NPC Santje Panelewen sukses lolos ke babak semi final di arena The 12th World Transnational Open Team Championship di Wuhan, China.
Pada babak 16 besar mereka berhasil balas dendam atas kekalahan mereka di semi final Asian Games 2018 atas Tim China Mixed di Asian Games 2018 sekaligus kekalahan telak di session pertama babak penyisihan Wuhan Cup.

Ketangguhan mental para pemain Indonesia ini patut diacungi jempol. Walaupun ketinggalan 0-29 Imp pada segmen pertama tidak membuat mereka gentar. Di segmen kedua yang menentukan tim yang turun dengan kombinasi Denny Sacul/Conny F Sumampouw serta Taufik Asbi/Lusje Bojoh tampil ganas dan membantai China Mixed dengan telak 69-7 Imp.
Kemenagan ini membuat Indonesia mencatat sejarah baru karena pertama kali lolos ke babak semi final pada event dua tahunan yang sudah terselenggara 12 kali.
Sejarah juga dicatat oleh tim China karena berhasil meloloskan sekaligus 3 tim di semi final atau mereka bakal mengeroyok Tim Nasional Mixed kita.
Keempat tim ini menggugurkan tim-tim favorit, seperti Polandia Senior,Millens dari Amerika dan Yeh Bros Team juara WTOT tahun 2018 di Beijing.
Sayang ketangguhan tim nasional mixed tidak terjadi di babak semi final justru melawan Sanghailvcheng yang diperkuat matan pemain nasional China Sun Shaolin dan kawan-kawan.
Tim kita bikin kesalahan sendiri sehingga harus menyerah dengan kekalahan 44-58 Imp dan gagal ke final.
Hari ini timnas mixed akan menghadapi ZHEJIANGQIANTANG yang diperkuat oleh gabungan pemain nasional China yang gagal terpilih tahun ini untuk memperebutkan medali perunggu. Tim ZHEJIANGQIANTANG ini pernah berhadapan dengan penulis di babak akhir babak penyisihan WTOT dimana Lixin Yang memperlihatkan tindakan sportif ketika D10 saya terjatuh tanpa sengaja sebagai declarer. Walaupun partnernya sudah ikut D9 ia menyuruh saya untuk menarik kembali D10 mengganti dengan kartu yang normal dimainkan.
Medali emas dan perak akan diperebutkan oleh San Chen Fun peringkat 13 dan Sanghailvcheng peringkat 30 babak penyisihan. Babak final memainkan 3 segmen hari ini sedangkan perebutan medali perunggu hanya memainkan dua segmen. Segmen pertama mulai pukul 10.00 waktu Wuhan atau sama dengan waktu Indonesia timur. Semua pertandingan akan disiarkan di BBO.
Hasil ini membuktikan apa yang dikatakan oleh pemain Swiss Team, Pierre Zimmerman di babak knock-out apapun bias terjadi. Swiss Team yang diperkuat juga oleh pelatih nasional kita Kryzstov Martens, Bas Drijver/Sjoert Brink pasangan terbaik Belanda dan Michal Klukowski/Piotr Garwys beberapa kali juara dunia juga gugur di babak 32 besar.

Sementara itu di hasil sementara babak final dan perebutan medali perunggu :
Bermuda Bowl :
Belanda vs Polandia 91-90 Imp. Final masih menyisakan 3 segmen hari ini.
Denmark vs USA 1 98-92 Imp. Perebutan medali perunggu tinggal 2 segmen hari ini.
Di arena Venice Cup :
China vs Swedia : 102-111 Imp
Belanda vs Inggeris : 107-102 Imp
Pada perebutan d’Orsi Trophy :
Belanda vs Denmark : 78 – 96 Imp
India vs Inggeris : 102 – 98 Imp
Di nomor baru Wuhan Cup:
USA1 vs Russia : 74-85 Imp
Rumania vs Inggeris 133-76 Imp
Hari ini merupakan hari terakhir dari event yang paling lama dalam sejarah bridge karena berlangsung selama 15 hari.

You must be logged in to post a comment Login