MJP: Anggaran Sebesar 700 Juta Untuk Pemilihan Nyong dan Noni Harus Dicoret

DEPROV, Sulutlink – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sulut dengan mitra kerja, Dinas Pariwisata Daerah, baru-baru ini masih menyisakan perdebatan soal Anggaran pemilihan Nyong dan Noni Sulut yang nilainya tidak sebanding dengan perencanaan Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata di Sulut.

Pantauan Sulutlink.com personil Komisi IV, Melky Jackhin Pangemanan mengkritisi kebijakan anggaran Kadis Pariwisata Sulut, Hendry Kaitjily terkait Program pengembangan pemasaran pariwisata anggaran yang paling besar menurut data, ada di pemilihan nyong/noni Sulut sebesar 700 juta.

Sedangkan untuk anggaran promosi pemasaran pariwisata yang disediakan hanya sebesar 100 juta.

Pangemanan mempertanyakan, mana bisa kita kembangkan pemasaran pariwisata Sulut anggaran promosi hanya sekecil ini ? Kacau, cetus Pangemanan!

“Saya kira dengan adanya rolling jabatan di dinas pariwisata justru akan menunjukkan perubahan yang signifikan tapi apa yang terjadi ? Tidak ada perubahan apa-apa, tambah dia.
“Kadis yang lama tidak tuntas, Ini pembahasan dengan kadis sekarang yang masih baru, juga ada tanda-tanda tidak akan tuntas,” tukas Pangemanan.
sambil menekankan, dirinya tidak akan mundur, ditekan kiri, kanan terkait persoalan ini tetap tidak akan mundur.

Dirinya mengemukakan untuk menunjang perekonomian dan pemasaran pariwisata Sulut bukan untuk hal-hal seperti ini.
“Anggaran 700 juta untuk nyong/noni sulut harus dicoret,” tukas MJP

“Saya kemarin sempat berbicara dengan beberapa pemimpin daerah yang ada di kabupaten/kota, biaya nyong/noni ini juga dicover oleh mereka. Pakailah dana ini untuk hal-hal yang lebih produktif, jangan buang-buang energi untuk kegiatan yang tidak membawa dampak yang signifikan untuk menunjang perekonomian di Sulut.

Semoga kedepannya kepada pak kadis pariwisata yang baru ini, tidak ada lagi dana-dana yang kurang ajar seperti ini dalam arti anggaran pemilihan nyong/noni 700 juta ini sangat besar, dan hanya menghabiskan uang rakyat saja,” ujar MJP.

Sementara Kadis Pariwisata, Hendry Kaitjily menanggapi bahwa anggaran untuk Nyong/noni Sulut sudah terlanjur dianggarakan tapi pasti kedepannya dinas pariwisata akan melakukan yang terbaik.

“Pasti di dinas pariwisata akan melakukan yang terbaik kedepannya, trima kasih untuk masukkannya,” tandas Kaitjily. (*) red2Supit-009 March 6. 2020.

You must be logged in to post a comment Login