NAP: Pemprov Sulut Tetapkan KEK Likupang, Ajak Warga Dukung Proses Pembebasan Lahan

Deprov, Sulutlink.com – Sulut akan kebanjiran lagi turis jika KEK Likupang diseriusi sebagai lokasi kawasan ekonomi khusus. Selain itu ekonomi Sulut akan bertumbuh pesat. Dan yang lebih penting lagi selain merupakan program pemprov sulut dalam rangka membuka peluang besar untuk lapangan kerja, juga strategi untuk menekan tingkat kemiskinan di daerah. Sementara kedepan ini pemprov akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka pembebasan lahan khususnya wilayah-wilayah yang terkena pembangunan KEK.

Pemerintah provinsi sejak dipimpin Gubernur Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven Kandouw buktinya tidak pernah ingkar janji mememuhi keinginan masyarakat ketika membangun daerah sampai dikenal SULUT HEBAT.

Belum lama ini Sulut ketambahan lokasi yang akan dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang berada di Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Seiring dengan ditetapkannya Likupang Minut jadi kawasan exclusive disektor pariwisata, Anggota komisi III dari legislator DPRD Sulut Netty Agnes Pantow (NAP), menyatakan mendukung apa yang sudah diperjuangkan pemprov.

Netty Agnes Pantow menyebutnya sebagai tujuan utama proses pembangunan pariwisata di Provinsi Sulut dan ini tidak lain adalah Likupang akan turut menjadi ikon utama untuk masyarakat Indonesia, dan khususnya Provinsi Sulut.

“Karena kalau KEK maju, bisa membuka peluang lebih banyak lagi di sektor perekonomian dan membuka peluang lapangan kerja yang akan turut memanag seperti sektor usaha, jasa, angkutan, kuliner dan semakin banyak turis (orang) yang datang berkunjung di Sulut dalam rangka bukan untuk jalan-jalan saja tapi bisa saja datang untuk meninjau bagaimana KEK ini akan memicu secara umum di sektor-sektor lainnya,” papar Pantow

Pimpinan, yang juga sebagai Ketua fraksi Demokrat ini memiliki pandangan luas bagaimana KEK ini sebagai kawasan yang memiliki magnit tersendiri dilihat dari letak geografisnya yang unik bagi turis karena berada dikawasan yang bisa dilalui kapal-kapal besar maupun kecil disamping pemandangan alam lautnya yang masih terkategori bersih, Nah disinilah peluang investasi dari sisi pembangunannya akan dilihat langsung bagaimana infrastruktur pembangunan jalan, pembebasan lahan dan pengembangan-pengembangan lainnya itu, apakah bisa terselesaikan sesuai target waktu yang di jadwalkan atau nanti akan mengikuti !

“Kalau bicara hambatan, secara langsung saya tidak memonitor hambatan itu karena kami di Komisi III ini baru dalam tahap bicara pembebasan lahan terkait dengan pembangunan jalan menuju KEK pariwisata.

Kalau berbicara soal pariwisata itu mitra kerjanya Komisi IV, kami hanya sebatas pada infrastruktur pembangunan jalan menuju KEK pariwisata,” terangnya

Dirinya juga mengajak kepada masyarakat terutama masyarakat yang lahannya dilalui oleh proyek pembangunan infrastruktur jalan KEK Pariwisata untuk mensupport proyek tersebut.

“Supaya masyarakat tahu pemerintah punya niat mengembangkan daerah KEK pariwisata, mari sama-sama masyarakat mendukung lahan yang dilalui menjadi jalan dan jangan dihambat, jangan harga dinaikkan lebih tinggi, seperti pengalaman-pengalaman pembebasan jalan tol kemarin,” pungkas NAP. (red2Supit-009).

You must be logged in to post a comment Login