OD-SK: Program Hijaukan Sulut, Pemprov Tegaskan Berantas Pelaku Ilegal Logging

Pemprov, Sulutlink.com – Pemerintahan OD-SK sedang gencarnya dengan program Hijaukan Sulut dengan didukung Undang-undang pelestarian hutan, namun disisi lain ada saja oknum tak bertanggung jawab merusak lingkungan hutan lindung hanya untuk kepentingan sepihak.

Berasarkan informasi dan laporan dari masyarakat belakangan menyebut-nyebut diduga ada oknum melakukan pembabatan liar diseputar Wilayah Hutan Lindung, Kebun Raya Megawati, Wilayah Kecamatan Ratatotok.

KEPALA DINAS KEHUTANAN PROVINSI SULAWESI UTARA ROY TUMIWA

Dimintai keterangan soal informasi tersebut, Dinas Kehutanan Provinsi Sulut sedang menelusuri laporan tersebut. Kadis Tumiwa sementara mencari siapa dalang kasus illegal logging di Ratatotok.

“Ini menyusul diamankannya 13 kubik kayu ilegal hasil pembabatan liar di seputar Wilayah Hutan Lindung Kebun Raya Megawati, wilayah Kecamatan Ratatotok.

Kepala Dinas Kehutanan Sulut Roy Tumiwa, menegaskan akan mengusut oknum-oknum yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Ini akan terus berproses. Bukan hanya sekedar kayu ditahan. Namun oknum-oknum yang terlibat bakal kami proses sesuai dengan peraturan perundangan-undangan­,” beber Tumiwa,

Tumiwa mengatakan penyitaan awal yang dilakukan sudah sangat jelas. Karena sesuai laporan pembabatan liar ini terjadi di seputar Kebun Raya Megawati yang masuk wilayah hutan lindung.

“Kan ini sudah jelas melanggar Undang-Undang. Apalagi pembatatan kayu ilegal yang dilakulan sudah memasuki wilayah hutan lindung. Sehingga kami langsung melakukan penyitaan 13 kubik serta tiga mesin potong,” ungkap Tumiwa.

Dimintai keterangan soal keterlibatan (dugaan-Red) oknum anggota DPRD Mitra, Tumiwa enggan berbicara. Namun dirinya tetap memastikan tak pandang bulu. Sekalipun jika terbukti ada oknum anggota DPRD yang terlibat.

“Bukan soal siapanya, tapi soal penegakan aturan. Karena namanya ini kan sudah melanggar undang-undang tentu harus diproses dengan tegas,” janji Tumiwa

Selain itu, pemberantasan illegal logging ini merupakan fokus
Pemerintah Sulut. Apalagi sudah ditekankan langsung melalui Program
OD-SK untuk menghijaukan Sulut.

“Karena fungsi hutan selain bisa menjadi sumber oksigen, hutan juga bisa bermanfaat banyak bagi kehidupan manusia. Nah kalau dirusak begini, itu malah bisa membawa bencana,” paparnya.

Sebelumnya, kasus ilegal logging ini diduga kuat melibatkan anggota
DPRD Mitra. Hal tersebut menyusul adanya anak dari salah satu oknum
anggota DPRD Mitra yang datang menghadap usai pihak kehutanan
mengamankan 13 kubik kayu ilegal tersebut.

“Memang kalau tidak salah, yang datang menghadap itu adalah anak dari oknum anggota DPRD. Tapi untuk lebih jelasnya lihat saja nanti ada berita acaranya, yang sudah kami serahkan ke Kantor UPTD KPH 5,” beber UPTD Kesatuan Pengelolahan Hutan (KPH) Unit 5 melalui Koordinator Resort Pengolahan Mitra Sonny Uguy, (**)

redaksi2Supit November 9 2019

You must be logged in to post a comment Login