Orang Sulut: Daud Lolong Sang Pencipta Alat Sterilisasi Virus Corona

Daud Lolong, Pencipta Alat Sterilisasi Virus Ultra Violet asal Amurang, Minahasa Selatan.
Motto Hidup Daud Lolong : “OMNIA POSSUM IN EO QUI CONFORTAT”
Philipi 4:13: ” Segala Perkara Dapat Kutanggung Di Dalam DIA Yang Memberi Kekuatan Kepadaku”

Amurang, Sulutlink.com. Ketika Covid 19 menjadi pandemik yang menjadi bencana secara global, termasuk negara Indonesia pada awal tahun 2020 maka kreatifitas manusia juga turut berkembang, termasuk Daud Lolong (37), pencipta alat sterilasai ultra violet, warga Desa Ranomea, Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Menurut Daud, ide cemerlang menciptakan Alat Sterilisasi Virus dengan menggunakan Sinar Ultra Violet ini sudah diuji di Laborotorium penelitian Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini juga karena didasari rasa keprihatinannya (Daud) atas bencana virus Corona yang melanda tanah air. Lelaki kelahiran 17 Juli 1983 jebolan Sekolah Teknik Menegah (STM) Negeri Pamorow Manado ini, terbukti telah menciptakan alat Sterilisasi Virus dengan Sinar Ultra Violet yang dinamakan DSR 01 dan DSR 02.

Menurut Suami tercinta Serly Repi serta ayah dari Karema dan Toar Lolong ini, bahwa dirinya sudah memperbanyak Alat Sterilisasi Virus ini 100 unit.

Alat Serilisasi Portable DSR 02 yang diciptakan oleh Daud Lolang

“Alat ini sudah diuji di Laborotorium dan memang mampu memusnahkan segala macam bentuk virus, termasuk Virus Corona atau Covid -19. Ada dua macam bentuk alat ini: digenggam atau handheld DSR 02 dan portable DSR 02. Jika dipasang dalam ruangan tertutup, maximal berukuran 4×6 meter dalam waktu 30 menit, sinar ultra violet yang dihasilkan DSR 02 mampu membunuh segala macam bentuk virus dalam ruangan tersebut.” Ujar Daud.

Ditemui di rumah makan D’Tuna Amurang yang juga adalah rumah makan milik putra Marinus Lolo dan Tineke Okem pada Senin (18/05), Daud yang juga adalah mantan jurnalis salah satu Televisi ternama di Sulut, cenderung mengungkapkan tentang kiprahnya setelah alat sterilisasi itu diciptakannya.

“Saya sudah mendaftar Alat sterilisasi virus yang saya ciptakan ini ke instansi yang berwenang. Dan sekarang tinggal menunggu pengukuhan “Hak Paten”. Saya juga berharap pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dan Pemerintah Provisi Sulawesi Utara dapat menopang kreasi ini. Jika pemerintah dapat menambah modal untuk memperbanyak serta menyebar-luaskan alat strelisasi ultra violet ini, so pasti dapat turut memutus mata rantai penyebaran virus corona covid -19. Saya terkendala di segi modal keuangan untuk belanja peralatan produksi Sterilisasi Virus ini. Seandainya pemerintah dapat membiayai untuk memperbanyak alat ini, tentunya masyarakat luas yang sedang menghadapi bencana virus corona, dari hari ke hari dapat dijamin pemutusan mata rantai penyebaran covid -19.” ujar Daud lagi.

Daud menunjukan Alat Sterilisasi Virus, DSR 02

Saat ini Daud berharap agar permohonan ijin dagang alat sterilisasi virus dari Dinas Perdagangan setempat, bisa secepatnya dikeluarkan mengingingat bencana Pandemi harus segera dihadapi atau dengan cara cara pemusnahan yang nyata. Agar jaminan kesehatan warga masyarakat tidak mengkhawatirkan.

Ke depan, Daud berencana akan menemui Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dengan maksud mempresentasikan manfaat alat yang telah diciptakannya, sekaligus juga meminta rekomendasi Gubernur Sulut untuk memperkenalkan alat anti virus ini di tingkat pemerintahan pusat agar nantinya secara Nasional DSR 001 dan DSR 02 bisa disebar luaskan di seluruh Indonesia.

Menanggapi hasil karya Daud Lolong serta upaya upaya yang dilakukannya dalam pengurusan hak paten, serta ijin dagang alat Sterilisasi Ultra Violet itu, Ketua Umum LSM PIJAR mengatakan; “Seharusnya pemerintah Minsel dan Pemerintah Provinsi Sulut berbangga karena adanya putra daerah yang berhasil menciptakan alat pemusnah virus. Bertepatan dengan adanya bencana Virus Corona, pemerintah sebenarnya memberi reward kepada Daud. Jangan dipersulit apalagi terkesan menutup-nutupi hasil karya ciptaan putra daerah. Semua kita patut berbangga dan memiliki harapan yang besar agar alat yang diciptakan Daud ini bisa tersebar ke semua daerah sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virua corona covid-19.”

(Harry/Henry)

You must be logged in to post a comment Login