Pabrik Tutup Petani Cap Tikus Minsel Merana

Minsel,Sulutlink.com – Pasca ditutupnya pabrikan olahan bahan baku minuman keras (miras) jenis Cap Tikus, telah membawa dampak pahit bagi petani Cap Tikus di Kabupaten Minahasa Selatan.

Petani Cap Tikus di Kabupaten Minahasa Selatan, sangat menyayangkan terkait persoalan hukum yang sedang melilit para pengusaha miras lokal, yang diduga tersandung pasal 52 dan 54 dari UU nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai.

Protes dengan kondisi ditutupnya pabrikan miras lokal, petani Cap Tikus Minsel sempat mendatangi DPRD Kabupaten Minsel, yang intinya mendesak anggota Legislator Minsel untuk memperjuangkan aspirasi mereka dan berjanji apabila aspirasi tidak diperhatikan, maka akan ada aksi demo besar – besaran dari petani Cap Tikus Minsel.

Kondisi ini telah menyita perhatian dari Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana, SH, SIK, MSi yang segera meminta jajaran personil di Polres Minsel, untuk turun langsung ke petani Cap Tikus Minsel dan menjelaskan kondisi hukum dari pengusaha pabrikan miras lokal, yang sedang berproses di Kantor Bea dan Cukai.

Junus petani Cap Tikus asal Tareran, berharap agar kiranya Menteri Keuangan dapat memperhatikan penerapan dari UU nomor 39 tahun 2007 tetang Cukai, dimana khusus untuk miras Cap Tikus kiranya ada kualifikasinya atas pungutan cukai minuman beralkohol.

“Kondisi ditutupnya pabrik olahan Cap Tikus telah berdampak pada kehidupan ekonomi kami. Sudah lama kami bergantung hidup pada usaha pertanian olahan nira atau Cap Tikus dan keluarga kami hidup dari situ. Kami minta Pemerintah dapat bertindak bijak dalam pemberlakukan cukai terhadap miras Cap Tikus,”ujarnya bermohon. (JoTam)

You must be logged in to post a comment Login