Pantouw: Minta Pimpinan Sementara Pertimbangkan Surat Masuk Demokrat Karena Hanya Ditanda- tangani Sekrettaris

DEPROV, Sulutlink.com – Ketua dewan Andrei Angouw pimpin Rapat Paripurna DPRD Sulut dalam rangka Pengumuman dan Penetapan Pimpinan dan Keanggotaan fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sulut, Jumat (13/9/2019)

Urutan acara meliputi Pembacaan Surat Masuk oleh Setwan Bartolomeus. Ditengah suasana rapat berlangsung ada jeda saat salah satu anggota legislator dari Partai Demokrat minta interupsi pimpinan sementara agar pembacaan surat berhenti . Pasalnya surat masuk Partai Demokrat ke DPRD Sulut yang baru saja dibacakan oleh setwan disoalkan anggota DPRD Sulut Netty Pantouw.

“surat masuk yang dibacakan Sekretaris DPRD (Sekwan) Sulut Bartolomeus Mononutu SH bisa dipertimbangkan kembali karena hanya ditandatangani Sekretaris DPD Demokrat Sulut.

“Saya hanya menekankan kepada pimpinan sementara, terkait surat
menyurat yang masuk, yang hanya ditandatangani salah satu pengurus yaitu
sekretaris, itu tidak sah,” tegas Netty Pantouw dalam interupsinya.

Lebih lanjut Pantouw mengemukakan, sebagai anggota fraksi, dirinya taat dan patuh dengan seluruh keputusan yang ditetapkan DPP Demokrat.

“Saya senang ditunjuk sebagai ketua fraksi, tapi yang saya maksudkan disini, segala surat menyurat yang masuk harus ditandatangani, dilegitimasi oleh 3 pimpinan partai yang terstruktur dalam organisasi,” jelasnya, seraya meminta pimpinan sementara hanya menetapkan nama anggota fraksi tanpa strukturnya.

Atas hasil interupsi tersebut, Pimpinan Sementara DPRD Sulut Andrei
Angouw hanya membacakan nama-nama anggota fraksi Demokrat tanpa
komposisinya.

“Jadi untuk saat ini kita hanya akan mensahkan fraksinya tanpa susunan pimpinan fraksi. Fraksi Demokrat terdiri dari Billy Lombok, Netty Agnes Pantouw, Ronald Sampel dan Kristo Ivan Ferno Lumentut,” tutup, Andrei Angouw.

redaksi2Supit September 13 2019

You must be logged in to post a comment Login