“Parawisata” Memberikan kemajuan Sulawesi Utara

tiongkokManado –  Sektor pariwisata hadir menjadi penyelamat ekonomi sulawesi utara, saat sektor lain belum tumbuh. Menurut dia sektor pertanian yang biasa memberikan sumbangan ekonomi cukup tinggi di Sulut sampai dengan saat in masih stagnan. Begitu pula, dengan sektor perkebunan dan perikanan belum ada tanda-tanda akan meningkat. Apalagi permintaan dunia terhadap komoditas belum meningkat permintaan ke Sulut belum meningkat.

BI memperkirakan ekonomi Sulut di kuartal ketiga 2016 sebesar 6,38 persen, kemudian di Kuartal Ke-4 sebesar 6,7 persen, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 6,32 persen. Pertumbuhan masih sesuai dengan ekspektasi BI pada tahun 2016 karena kunjungan wisatawan mancanegara dari Tiongkok terus meningkat.

Para wisatawan tersebut diperkirakan akan membawa dana sebesar Rp 300 miliar jika kedatangannya mencapai 30.000 orang. Jika perhitungannya setiap turis akan menghabiskan uang Rp 10 juta selama di Sulut.

“Sehingga memberikan dampak yang cukup bagus bagi pergerakan perekonomian daerah. Karena jika pariwisata tumbuh akan berdampak sektor lainnya,” ujarnya.

Terpisah, Pemimpin Wilayah BRI Manado Dewa Putu Oka Maharjana mengungkapkan sektor pariwisata harus dijaga dan didorong jika ingin memberikan kontribusi yang besar pada pertumbuhan ekonomi.

Katanya, eperti di Bali yang pertumbuhannnya mencapai 6 persen, karena dorongan sektor pariwisata. “Sulut memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sektor pariwisatanya,” katanya.

You must be logged in to post a comment Login