Pasang Pengawal Pribadi !!! Kadis Kesehatan Sulut Lecehkan Kinerja Wartawan Saat Akan Meminta Konfirmasi Kasus Gastroschisis

Manado,Sulutlink.com – Walaupun kasus gastroschisis dan omphalocele yang terjadi di Bolmong mendapat simpati dan keprihatinan dari anggota Komisi IV DPRD Sulut, Inggried Sondakh dan Rita Lamusu Manoppo, namun tidak berarti bagi Kadis Kesehatan Sulawesi Utara dr Debby Kalalo yang terkesan tak peduli.

Ini dibuktikan oleh beberapa awak media yang pos di DPRD Sulut, saat mendatangi Dinas Kesahatan, Senin (6/8/2018) sekitar jam 15.46 wita (sore), dengan maksud bertemu Kadis dr Debby Kalalo, untuk meminta klarifikasi penanganan kasus Gastroschisis yang terjadi pada bayi pasangan Sahrandi Mokodompit (24) dan Lorna Mohamad (20) warga Desa Ayong Kecamatan Sangtombolang Bolmong.

Sayangnya, Kadis Kesehatan Sulut dr Debby Kalalo di ruangan piket, ternyata sengaja memasang pengawal pribadi, yang ditugasi menghalangi kinerja wartawan untuk melakukan tugas jurnalistik di kantor Dinas Kesehatan Sulut.

Dengan alasan Kadis sibuk, Jhon Umboh dengan nada marah – marah menghalangi beberapa awak media yang ingin bertemu Kadis Kesehatan Sulut.

“Kadis tidak ada dan lagi sibuk. Ngoni kan tau kalau mau ketemu Kadis, harus melalui saya! Kalau saya tidak ijinkan, kalian tidak bisa ketemu! Kalau tidak senang silahkan tulis nama saya dan beritakan saja,”ujar Jhon Umboh dengan nada emosi.

Mendapati suasana tak menyenangkan, para awak media lebih memilih mengalah dan berupaya menenangkan emosi dari Jhon Umboh. Dan setelah diselidik, ternyata penyebabnya dikarenakan staf Kadis ini, mengaku merasa kesal dengan suasana dan aktifitas di kantor.

Para awak media sendiri, tentunya tidak akan membiarkan sikap dan perlakuan tidak menyenangkan yang ditunjukan oleh staf Kadis dan berjanji nantinya akan meminta pertanggung jawaban balik secara resmi kepada Kadis Kesehatan Sulut.

Ini adalah bentuk pelecehan bagi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di kantor Dinas Kesehatan dan ini bisa terancam dengan ketentuan pidana, pasal 18 ayat (1) UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Sebagaimana pada pasal 18 ayat 1  berbunyi : Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah. (JoTam)

You must be logged in to post a comment Login