PEMANDANGAN DI DANAU TONDANO MASIH ASRI

Pemprov, Sulutlink.com – Masyarakat Provinsi Sulut setidaknya bangga dengan adanya Danau Tondano. Danau Tondano pada tahun 1970, masyarakat pada umumnya mengira danau ini akan abadi dan dipandang masyarakat indah karena alamnya ‘masih asri’ dan menghasilkan banyak macam ikan yang bisa dijadikan lahan penghidupan masayarakat khususnya nelayan diseputar Danau Tondano.

“Mengutip sedikit cerita (redaksi) ketka itu orang tua berbisnis rumah makan di tepi sungai Tondano yang dulu dikenal pasar bawa paling ramai. Anak-anak boleh mandi bebas karna airnya masih jernih belum ada tumbuhan eceng gondok (jenis gulma),”

Dari tahun- ketahun danau yang sudah menjadi kebanggaan warga Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut mungkin akan berobah jadi lahan kering, ‘terancam akan kering’ (kalimat ini akan muncul dari benak setiap warga maupun pemangku ahli lingkungan.

“Pemerintah tentu tidak menutup mata ketika danau ini semakin lama ancaman kekeringan diprediksi seperti itu. Kapan ini terjadi, “manusia hanya mengira-ngirai saja,”(redaksi)

Mari, kita adalah warga peduli lingkungan Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut bersana-sama kerja gotong royong sambil melestarikan alam Danau Tondano dan tepi=tepinya agar masih bisa selamat dari ancaman kekeringan. “coba torang pasiar keliling danau tondano kong lia keindahan danau-nya tetap masih terurai menarik para pengunjungnnya sambil beking bersih pinggiran danau; (mari kita berwisata-ria sambil bersih-bersih disekeliling danua).

Terima kasih kepada Bapak Bupati ROY RORING, Bapak Jeffry Korengkeng ,Sekab Minahasa kami warga yang menghuni seputar Danau Tondano yakin, melalui Program di Bidang Pariwisata tentu tidak lepas dari rangkaian pembangunan pariwisata secara NASIONAL demi mempertahankan kelestarian alam danau Tondano sepanjang itu tidak terabaikan dalam rangka pemulihan nasib Danau Tondano kedepan.

Sejalan dengan uangkapan warga danau tondano, berikut kutipan pesan Pemkab Minahasa yang adalah staek holdr terkait;(dilansir dari laman “kunparan.com)

“Bupati Minahasa, Royke O Roring mengatakan;,” permasalahan yang bisa membuat danau Tondano mengalami kekeringan adalah pendangkalan akibat sendimen, penyempitan karena pemukiman, penurunan kualitas air dan tumbuhnya eceng gondok.

“Banyak sekali permasalahan dan jika dibiarkan, bukan tidak mungkin 30 tahun ke depan danau Tondano akan kering. Itupun akan menjadi bencana bagi masyarakat Sulawesi Utara,” kata Roring, Kamis (20/6).

Roring menyebutkan, keringnya danau Tondano bisa menyebabkan bencana, karena danau Tondano merupakan sumber harkat hidup dan penggerak ekonomi masyarakat di Sulawesi Utara. Mulai dari pemasok energi listrik, pertanian, saluran irigasi, suplai air, perikanan, pariwisata dan sarana transportasi air.

Persoalan yang terjadi di danau Tondano ini, juga berakibat pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yang mengalami gangguan sistem pengambilan air untuk memutar turbin PLTA. Dikatakannya, ini akibat peningkatan volume sampah.

“Untuk itu saya mengajak semua pihak untuk bekerjasama mengentaskan persoalan danau Tondano ini. Jangan kita masa bodoh, dan akhirnya berdampak buruk untuk kita semua,” kata Roring.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa kini tengah gencar melakukan seminar, diskusi dan kajian tentang pengelolaan danau Tondano, serta melakukan penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Kawasan Konservasi dan Wisata Danau Tondano.

“Intinya kita ingin melindungi danau Tondano dengan sistem zonasi RTRW agar daerah sekitar danau menjadi lebih baik,”pungkas, Setkab Mianahsa!

You must be logged in to post a comment Login