Pemerintah Ajak Warga Peduli Lingkungan, Perhatikan Gelas Plastik Aqua

Sonder, Sulutlink.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa yang dibidani Bupati Ir. Royke Octavianus Roring, M.Si dan Robby Dondokambey, S.Si mengajak Tou Minahasa untuk Peduli Lingkungan, berkenaan dengan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menginfeksi selama musim hujan berlangsung dan pasca musim hujan. Banyak kasus yang sudah memakan korban yang tidak sedikit, dan tentu sangat mengkhawatirkan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulawesi Utara pada Tahun 2018 lalu, tercatat Kabupaten/Kota di Sulut yang terbanyak korban meninggal dunia akibat DBD, ada di Minahasa, yakni sebanyak 9 jiwa. Makanya Kadiskesda Minahasa dr. Yuliana Kaunang, M.Kes, beberapa waktu lalu mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Hal yang sama juga dikemukakan Camat Sonder Drs. Rouldy Mewoh, di acara Ibadah Duka yang berlangsung di Desa Sendangan Kecamatan Sonder tadi siang (Kamis, 17/1). “Mari kita bersama memerangi wabah DBD”, ujar Mewoh.

Pria yang juga memiliki ayah sebagai Pamong senior, berharap masyarakat di Minahasa khususnya di Sonder, untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan bersih, tidak terlalu berharap fogging (pengasapan) karena efeknya tidak baik untuk kesehatan, apalagi hanya ada 13 alat Fogging di Minahasa yang digunakan untuk 25 Kecamatan dan 270 Desa/Kelurahan.

Ia menghimbau semua lapisan masyarakat secara bersama melakukan kegiatan 3M (menguras, menutup dan mengubur) khususnya wadah-wadah yang menyebabkan genangan air, seperti bekas plastik dan kaleng. “Perhatikan gelas plastik aqua”, seru pria yang low profile itu. Tanah Malesung Rondor Minahasa memang berada di daerah tropis dan subtropis, dimana mudah berkembang biaknya Nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus pembawa virus DBD. “Apa yang dinyatakan Pemerintah itu benar”, ujar warga Sonder Nando R. (Red)

You must be logged in to post a comment Login