PEMERINTAH PANTAU KETERSEDIAAN PRODUK IKM PENUHI KEBUTUHAN WISATAWAN

Manado, Sulutlink.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus melakukan pemantauan sejumlah produk hasil Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah tersebut guna penuhi kebutuhan wisatawan yang semakin banyak mengunjungi Kota Manado dan sekitarnya.

“Saya melakukan pemantauan ketersediaan stok IKM di Sulut karena permintaan wisatawan asal China saat ini cukup tinggi,” kata Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan IKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Alwy Pontoh di Manado, Kamis.

Dia mengatakan secara berkala pihaknya memantau semua titik-titik yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan China, agar semua produk unggulan daerah selalu tersedia.

Alwy mengatakan sejauh ini produk IKM yang diminati wisatawan China yakni produk pangan. Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya mengharapkan IKM di Sulut lebih meningkatkan kualitas produk sehingga semakin diminati pasar.

Dia menjelaskan peningkatan kunjungan wisatawan China di Sulut sangat berdampak positif bagi IKM karena mampu meningkatkan kesejahteraan.

“Ini merupakan kesempatan yang baik bagi IKM dalam meningkatkan mutu dan produksi serta memanfaatkan pasar yang ada,” jelasnya

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dr Ateng Hartono mengatakan turis asal China masih mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Sulut pada September 2019.

“Wisman yang datang di Sulut masih didominasi oleh warga China sebanyak 10.442 orang atau sebesar 87,90 persen, dari total wisman,” kata Ateng.

Ateng mengatakan hal ini karena adanya penerbangan langsung dari Manado ke China yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini.

“Hal ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Sulut yakni Gubernur Olly Dondokambey dalam meningkatkan sektor pariwisata,” kata Ateng.

Pihaknya berharap penerbangan dengan jalur baru juga bisa terjadi, sehingga kunjungan wisman semakin banyak.

Selain dari China juga diikuti oleh Jerman 300 orang (2,53 persen), Australia 203 orang (1,71 persen), Amerika 111 orang (0,93 persen), Belanda 106 orang (0,89 persen).

Kemudian, katanya, Jepang 94 orang (0,79 persen), Inggris 90 orang (0,76 persen), Singapura 78 orang (0,66 persen), Perancis 41 orang (0,35 persen), Malaysia 28 orang (0,24 persen).

(ANT/Ryn)

You must be logged in to post a comment Login