Pemuda Ini Sebut “Tetapi Tuhan Tidak Menjawab Dia”

 

Minut, Sulutlink.com – Meskipun terbilang masih sangat muda, lelaki muda ini lugas mengulas tuntas kenapa banyak orang merasa bahwa Tuhan tidak berkenan dengan permohonan bahkan permintaan umat. Diantaranya berbohong atau hanya mementingkan apa yang diminta sementara hal jahat di dalam hati, perkataan dan perbuatan tidak berupaya disingkirkan.

 

“Tetapi Tuhan tidak menjawab dia”, ujar Ev. Regino Wales saat berbicara dalam renungan Malam Permintaan Doa (Malam Sembahyang), yang digulir Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Danpuas, Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Maluku Utara, baru saja (Rabu, 23/1). Pernyataan lantang itu referensinya adalah Buku 1 Samuel 28:6, yang menceritakan Kisah Raja Pertama Bangsa Israel.

 

Menurut mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Filsafat Universitas Klabat (Unklab) Airmadidi itu, Saul awalnya sudah mencari untung dengan mengambil ternak yang disuruh dari mulanya harus dimusnahkan, tentu dengan alasan akan diberikan kepada
Tuhan. Ia berbohong, mengoceh, iri hati kepada Daud sampai berniat membunuh anak Isai itu, bahkan membunuh memusnahkan para Imam karena tak mau dinasehati.

 

“Dia memutuskan saluran komunikasi dengan surge melalui Nabi Samuel, melalui Daud yang diutus Tuhan, juga membunuh Imam-imam. Ia sudah undur jauh, bertingkah semau diri saja. Dia lebih mencari alternatif lain, yang bukan dari Allah untuk cari jalan keluar. Datang kepada Tuhan bukan mencari pengampunan yang sungguh atau pertobatan tapi mau cari aman”, tambah Anak dari Elder Noudy Wales itu.

 

Karenanya, di hadapan umat serta Ketua Pemuda Advent Kota Manado dan Sekitarnya (PAKMS) Novendy Kaunang, S.Pd., M.Si Tahun Pelayanan 2013-2016 dan Tim BAT/Psikologi Brilliant Indonesia yang turut hadir, lelaki murah senyum itu menyatakan bahwa umat nasrani untuk belajar tidak bersikap seperti Saul. “Jangan ketika berdoa kepada Tuhan tetapi sama seperti Saul cuma meminta sesuai keinginan kita. Jangan hanya butuh baru berdoa.” Himbau pria yang dibina Pdt. Dr. Allan Pasuhuk itu.

You must be logged in to post a comment Login