Pendamping Pendeta GPDI Galilea Kawangkoan: Tetap Diadakan Ibadah Bersama

Kawangkoan, Sulutlink.com. Meski sudah disosialisasi mengenai adanya maklumat Presiden RI, Joko Widodo, tentang penghentian sementara ibadah-ibadah berjemaah di gedung – gedung gereja dan mesjid, serta sarana tempat ibadah lainnya di tanah air, namun oknum Pendamping Pendeta Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Galilea Kawangkon, Ricard Lapian, menyatakan akan tetap adakan ibadah bersama pada hari Minggu tanggal 5 April 2020.

Pernyataan ini diungkapkannya, Sabtu (4/4), kepada pihak Kepolisian Sektor Kawangkoan (Polsek) yang didengar langsung oleh Kapolsek Kawangkoan IPTU Anthon Tumbelaka.

“Kami turut mendoakan bapak-bapak Kepolisian agar sukses menjalan tugas-tugas negara. Namun sebagai warga negara RI, kami juga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat kami untuk tetap beribadah bersama pada hari Minggu.” kata Richard.

Mendengar pernyataan Richard itu, Kapolsek Kawangkoan bersama tiga orang anggotanya, terus menyampaikan hal-hal yang telah diatur dan ditetapkan oleh negara. Di mana jika ada warga negara yang segaja melanggar aturan negara, akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sebelumnya, pihak Kepolisian telah mengadakan pertemuan dengan ibu Lapian sebagai pimpinan GPDI Galilea Kawangkoan bersama FORKOPIMKA pada pekan lalu di ruang tamu gereja tersebut, yang berimplikasi himbauan serta penegasan tentang aturan-aturan tentang pencegahan wabah Virus Corona Covid-19.

Sesuai hasil pantauan wartawan di wilayah kecamatan Kawangkoan sejak 2 pekan yang lalu, gereja-gereja lainnya sudah mengikuti himbauan dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMKA), Kecamatan Kawangkoan. Namun berbeda dengan pernyataan Richard Lapian sebagai Pendamping Pendeta yang rupanya tidak mau mengikuti aturan yang diatur pemerintah dalam rangka pencegahan wabah Virus Corona Covid -19.

Pendamping Pendeta di tempat ini berkelit dalam argumentasinya soal aktifitas pasar tradisional yang ada di Kawangkoan dan tempat – tempat lain di Kabupaten Minahasa. Menurut Ricard, dirinya bermaksud menemui Bupati Minahasa, Ir. Roy Octavianus Roring di Kantor Bupati pada 2 April 2020 lalu. Namun katanya, Bupati Roring sedang tugas luar kantor dan hanya bertemu Asisten Dua Setkab Minahasa, Ir Wenny Talumewo. Menurutnya, dia mendapat “lampu hijau” dari sang Asisten tersebut untuk melakukan kegiatan ibadah bersama di gedung gereja GPDI Galilea pada hari minggu besok (5/4).

Ricard selaku pendamping pendeta juga menyatakan secara jelas di depan pihak Polsek Kawangkoan bahwa besok dirinya akan mengadakan ibadah seperti biasanya serta akan mengumumkan pada jemaat GPDI Galilea untuk tetap akan mengadakan ibadah bersama pada minggu berikutnya. Ricard juga menyebutkan dirinya siap diciduk pihak kepolisian atas sikap dan ketetapan yang diputuskannya.

Menanggapi hal tersebut di atas, Kapolsek Kawangkoan, IPTU Anthon Tumbelaka, menyatakan akan memproses hukum oknum pendamping pendeta GPDI Galilea Kawangkoan itu yang secara terang-terangan berniat melanggar aturan yang ditetapkan oleh negara, dalam hal tanggap darurat wabah Virus Corona Covid-19. (Harry)

You must be logged in to post a comment Login