Perjuangan Timnas Bridge di Wuhan Semakin Berat

Oleh : Bert Toar Polii
Tiga Timnas bridge yang akan mewakili Indonesia dalam perebutan Bermuda Bowl, d’Orsi Cup Senior Cup dan Mixed Team di Wuhan China akan menghadapi perjuangan berat untuk lolos ke babak 8 besar.
44th World Team Championship yang akan digelar di Wuhan, China pada tanggal 14-28 September 2019 mempertandingkan 4 nomor pertandingan yaitu, Open Team memperebutkan Bermuda Bowl, Ladies Team memperebutkan Venice Cup, Senior Team memperebutkan d’Orsi Senior Cup dan nomor baru Mixed Team yang belum ada nama piala bergilirnya.
Indonesia justru gagal lolos di babak kualifikasi yang berlangsung di Singapura bulan Juni yang lalu untuk nomor ladies team. Padahal tahun 2011 di Veldhoven Belanda tim putri Indonesia hamper saja meraih Venice Cup. Sayangnya mereka harus mengakui keunggulan Perancis di final.
Di Wuhan, Indonesia akan berlaga di Open Team, d’Orsi Senior Cup dan Mixed Team.
Ketiga tim Indonesia akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PB Gabsi Miranda S Goeltom bersama Ketua BPPTN Laksamana Pertama Teguh Widodo dan Ketua Bidang Teknik & Perwasitan Joto Then.
Tim Indonesia terdiri dari :
Open Team :
Non Playing Captain : Kamto
Pemain :
Franky S Karwur/Jemmy Bojoh
Robert Parasian/Noldy George
Stefanus Supeno/Leslie Gontha
Senior Team :
Non Playing Captain : Paulus Sugandi
Pemain :
Henky Lasut/Eddy Manoppo
Bambang Hartono/M Apin Nurhalim
Bert Toar Polii/Tanudjan Sugiarto
Mixed Team :
Non Playing Captain : Santje Panelewen
Lusje O Bojoh/Taufik G Asbi
Ernis Sefita/Anthony Soebroto
Conny E Sumampouw/Denny J Sacul.

Mengapa penulis sebut berat perjuangan timnas bridge? Ini akibat keputusan World Bridge Federation untuk menambah jumlah peserta. Tadinya hanya 22 negara yang diambil dari juara-juara zone sesuai kuota yang telah ditetapkan kini menjadi 24 negara.
Penambahan dua Negara ini justru diambil dari zone Eropa yang terkenal kuat sehingga dari awalnya hanya 6 negara yang mewakili Eropa kini menjadi 8 negara.
Sekedar gambaran tentang jalannya pertandingan di Wuhan, 24 team akan bertanding setengah kompetisi atau bermain 23 kali. Setiap bertanding memainkan 16 board per session dan sehari memainkan 3 session. Dengan demikian pertarungan di babak penyisihan akan berlangsung selama 8 hari yang cukup menguras tenaga. Hasil dari babak penyisihan ini yang akan menentukan 8 tim yang lolos ke babak knock-out. Selanjutnya 8 tim ini akan bertanding di babak knock-out memainkan 6 segmen atau 96 board selama dua hari. Ini berlanjut ke semi final dan terakhir final. Sedikit perbedaan open team memainkan 8 segmen di final atau 128 board sedangkan 3 nomor lainnya tetap 96 board.
Babak penyisihan ini yang paling berat. Menurut Noberto Bocchi salah seorang pemain top Italia yang meraih Bermuda Bowl di Bali tahun 2013, babak penyisihan Bermuda Bowl adalah yang terberat dari semua event yang pernah ia ikuti.
Menurut dia ada sekitar 12 tim kuat yang akan berpeluang lolos di Wuhan dan apakah salah satu diantaranya tim Italia yang dia perkuat diapun masih ragu.
Menurutnya perkembangan bridge terutama dikalangan kaum muda membuat tim Italia yang kecuali Madala yang masih muda perlu bekerja keras.
Dia yang berpasangan dengan Sementa walaupun sudah dua setengah tahun berlatih bersama masih belum mampu menciptakan kerjasama yang padu, lanjut pemain yang telah cukup lama memperkuat Italia dan meraih baik juara Eropa maupun Dunia.
Siapa saja tim kuat yang difaforitkan Bocchi lolos ke 8 besar ? Dua tim Amerika Serikat, Belanda, Polandia, Swedia, Cina dan mungkin Italia di nomor open team pungkasnya.
Dengan demikian hanya tinggal 1 yang lowong padahal masih ada Belanda, Inggeris, Norwegia, Kanada.
Ini yang akan dihadapi timnas open kita.

Di nomor senior lebih berat lagi, karena ada 4 negara di nomor senior dari zone yang cukup lemah mengundurkan diri, zone 3 tidak mengirim 2 tim jatahnya, zone 5 dan 8 masing-masing 1 team. Sesuai ketentuan akan diganti oleh 3 negara dari zone Eropa dan satu Negara dari zone Asia Timur.
Akibatnya dari zone Eropa mengirimkan 11 negara ditambah Hongkong yang awalnya tidak lolos di zone Asia Timur jadi ikut.
Dengan komposisi ini maka perebutan meraih tempat di 8 besar akan semakin berat. Karena diatas kertas 11 negara Eropa ini termasuk regu yang kuat belum lagi ada dua wakil dari Amerika Serikat serta saingan berat kita dari zone VI, China.
Untung saja jadwal Timnas Senior tidak terlalu berat. Di hari pertama belum langsung berhadapan dengan tim-tim kuat. Indonesia akan berhadapan dengan China, Swedia kemudian Barbados. Di hari kedua USA2, Mesir dan Denmark kemudian India Polandia dan Taiwan. Hari keempat Maroko, Thailand dan USA 1 selanjutnya Pakistan, Latvia dan Rumania. Tiga hari terakhir akan berhadapan dengan Perancis, Selandia Baru dan Brazil kemudian melawan Italia, Russia dan Kanada. Hari terakhir tinggal dua session melawan Australia dan Inggeris.
Jadwal yang cukup bagus karena lawan-lawan kuat terpencar di hari-hari yang berbeda.
Di Mixed sendiri ada 9 tim Eropa karena dari Zone 3 Amerika Selatan tidak mengirimkan tim sehingga Eropa menambah jatah 1 tim.
Dengan adanya 9 tim Eropa plus 2 tim dari Amerika Serikat jelas perjuangan untuk masuk 8 besar menjadi sangat berat.
Nah untuk masuk ke 8 besar, saat ini sebaiknya kita lebih banyak harus berani “gambling” dan mengharapkan “dewi fortuna” berada di pihak kita, nasihat dari Noberto Bocchi. Ini memang strategi yang perlu diterapkan oleh timnas kita yang secara teoritis diatas kertas bukan termasuk regu favorit.

You must be logged in to post a comment Login