Pertumbuhan Gereja Dihambat, Tapi…..

Manado, Sulutlink.com – Pdt. Junus Puasa, M.Th menyatakan bahwa ada pihak-pihak yang berupaya untuk menghalangi kemajuan pekerjaan Tuhan, tapi tetap ada cara Tuhan sehingga Pekerjaan itu terpelihara dan maju terus. “Pertumbuhan gereja dihambat oleh Pemerintah (di era Kekuasaan Romawi) karena Pemerintah khawatir perkembangan gereja. Tapi Alkitab tetap dipelajari di gua-gua atau di tempat-tempat tersembunyi”, tutur Puasa, sembari mengisahkan bahwa ada Gereja yang di tutup di Sumatera, sampai umat yang beribadah di Medan malah diusir warga.

Hamba Tuhan yang melayani di Jemaat GMIM Tumpengan Sea, Pineleng, Minahasa tersebut, memilih Bacaan Alkitab dengan Perikop Kedatangan Tuhan di Buku Wahyu 22, saat berbicara sebagai Khadim Ibadah Pegawai Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (7/2), siang tadi.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang serta Mahasiswa yang Praktik Klinis, suami dari Ketua Jemaat GMIM Tumpengan Pdt. Ny. Sjuli Puasa-Pattiwael, S.Th itu juga mengajak semua pegawai dan pejabat yang Nasrani untuk menyembah Tuhan, bukan menyembah berhala, termasuk malaikat. “Karena Malaikat saja sadar harus menyembah Tuhan”, kata Pendeta yang sebelumnya melayani di Kota Bitung itu.

Pria murah senyum dan bersuara emas ini, mendoakan Pimpinan RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang, dalam hal ini dr. Vonny Theresia Maria Dumingan, M.Kes. DK , juga perencanaan yang matang Pembangunan Gedung RS Jiwa di Kalasey dan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat pengguna jasa layanan kesehatan jiwa di institusi itu. “Kharakteristik Pendeta Puasa dalam memberikan renungan ibadah selalu singkat, padat dan jelas”, salah satu Pegawai RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Eklesiana Titaheluw kepada Sulutlink.com.

 

You must be logged in to post a comment Login