Rakerkes Daerah Sulut Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

IMG_20170811_142431Manado, Sulutlink.   Kadis Kesehatan Sulut Dr. Debby Kalalo mengatakan, melalui Rapat Kerja Kesehatan Daerah Propinsi Sulut selama 2 Hari (11 – 12 /8) di Grand Kawanua Convention Center,  memantapkan program prioritas kesehatan dan sinergitas dalam mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Sulut.

Rakerkes dirangkai dengan pameran inovasi dan kemajuan kesehatan menuju kota sehat, dengan fasilitas kesehatan standard layanan minimum kesehatan.
Gubernur Sulut yang diwakili John Palandung selaku Assisten Pemerintahan dan Kesra, melaporkan kegiatan Sulawesi Utara dalam menuju Indonesia sehat dimana saat ini di Sulut setiap Desa 1 Posyandu, juga telah ada fasilitas Rumah Sakit Mata, dan melakukan akreditasi Puskesmas /RS.
Kedepan sesuai rencana telah disiapkan 6 Ha. lahan di Kalasey untuk merelokasi RS. Ratumbuisang, menurunkan penyakit menular dan tidak menular agar masyarakat semakin sehat dan cerdas dan tangguh.

Dialaog interaktif bersama Prof. Dr. Nila F. Muluk Menkes RI (11/8) kemarin mengharapkan kunjungan ke Rumah sakit dan faskes harus berbanding 80 yang sehat dan 20 yang sakit, baru disebut Indonesia Sehat.

Gemas butuh kerja sama lintas kementrian bersama PUPR dalam menyiapkan kondisi permukiman yang sehat,  Mentri KKP dengan menyiapkan makan ikan setiap hari, ketimbang konsumsi daging dimana 1 ekor sapi butuh 2 ha tanah.

Dialog ini dimanfaatkan Kab /Kota menyampaikan permasalahan masing-masing. Kabupaten Boltim menanyakan Dana BOK ( Bantuan Operasional Kesehatan ) yang belum cair, kemudian Boltim belum ada RSUD, juga ID Puskesmas yang belum dikelurkan oleh Kemenkes denga alasan tenaga analis dan farmasi belum terisi.
Kota Bitung, mengusulkan pembangun RS khusus Pariwisata di lokasi pariwisata.

Bupati Bolsel Herson Mayulu IPM menyoroti dr. Ahli yang hanya terkumpul di Kota besar sehingga berharap dr. ahli coba ke daerah untuk mengisi Puskesmas yang belum ada dr. ahli.IMG_20170811_152340
Yasti Soepredjo Bupati Bolmong sebagai daerah terluas di Sulut juga kekurangan dr. ahli dan kekurangan obat dan sering terlambat. Persoalan yang sama juga dialami Kabupaten Minahasa Selatan seperti yang disampaikan Wakil Bupati  Minsel Wongkar

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Yabes Gaghana secara langsung mengundang Ibu Menkes untuk berkunjung ke Sangihe, berterima kasih perhatian pemerintah pusat terkait tenaga kesehatan dilokasi prioritas (lokpri) di 3 kecamatan Perbatasan dengan Philipina seperti tenaga bidan.  Yabes juga mengusulkan RS Sangihe ditingkatkan sebagai RS rujukan regional untuk 3 Kabupaten di Nusa Utara.
Fadila pertanyakan kepada UNSRAT yang memiliki lulusan dr. dikemanakan,  persoalan sekarang ini tidak ada Inpres lagi dierah demokrasi saat ini di Indonesia yang memaksa dr. ke daerah-daerah.

Namun Kementrian mencoba panggil dr. dan analis untu direkrut dan didik kembali, dan dikirim ke daerah melalui program Nusantara Sehat, namum diakui Menkes masih kurang.

Menkes memberi perhatian secara khusus usulan fasilitas Puskesmas Buyat yang belum memiliki ID , RS Pariwisata dk Kota Bitung. Dan kebutuhan dr. Spesialis anak, Kebidanan, Alhli bedah didaerah yang belum ada sama sama sekali.(jansen)

You must be logged in to post a comment Login