Rakyat Dan Pemkab Minsel Mengecam Keras Bom Bunuh Diri di 3 Gereja Surabaya

Minsel, Sulutlink.com – Rakyat Indonesia kembali dibuat geram dengan tindakan aksi brutal tak berprikemanusian, bom bunuh diri di tiga Gereja dengan lokasi berbeda di Surabaya Provinsi Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya, yang dilakukan oleh kelompok teroris radikal, Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) tadi pagi.

Bom bunuh diri yang dilakukan kelompok teroris radikal diarahkan ke Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di jalan Ngagel Madya Utara, GKI (Gereja Kristen Indonesia) di jalan Dipenogoro 146, GPPS (Gereja Pantekosta Pusat Surabaya) di Jalan Arjuna dan Mapolrestabes Surabaya yang kesemuanya berada di Kota Surabaya.

Berdasarkan informasi sementara, akibat bom bunuh diri yang menimpa jemaat yang sedang melaksanakan kebaktian di minggu pagi, terdapat beberapa korban meninggal dunia dan korban mengalami luka – luka kritis serta merusakan beberapa kendaraan bermotor.

Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Minsel melalui penyataan resminya yang disampaikan Kabag Humas dan Protokoler Henri Palit,SH mengatakan, rakyat dan Pemkab Minahasa Selatan mengecam keras dan mengutuk tindakan aksi brutal tak berprikemanusiaan, bom bunuh diri di 3 gereja Surabaya dan Polrestabes Surabaya yang dilakukan oleh teroris radikal, yang menimbulkan korban pada jemaat Gereja yang malaksanakan ibadah minggu dan senin pagi.

Menurutnya, Bupati DR (HC) Christiany Eugenia Paruntu,SE dan Wabup Franky Donny Wongkar,SH (CEP – FDW), menghimbau rakyat Minsel untuk tetap tenang dan lebih mengaktifkan pos – pos pengamanan di tingkat jaga/ lingkungan yang ada di Desa/Kelurahan serta tidak mudah terprovokasi dengan kondisi ini.

Rakyat dihimbau untuk segera melaporkan kepada pihak keamanan (Polri/TNI) terdekat, apabila mendapati di lingkungan sekitar terlihat ada hal – hal yang mencurigakan.

Kepada Pemerintah Kecamatan, Desa dan Kelurahan serta Jaga/Lingkungan, diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing – masing, serta menghimbau agar masyarakat tidak menyebarkan foto – foto korban dan lokasi kejadian, sebab tujuan utama dari teroris yaitu melakukan aksi teror kepada masyarakat melalui peristiwa kejadian.

Ditambahkan, Bupati CEP dan Wabup FDW mengajak rakyat di Kabupaten Minahasa Selatan untuk memanjatkan doa bersama, meminta perlindungan Tuhan terhadap bangsa dan negara serta mendoakan jemaat yang menjadi korban kekerasan teroris serta keluarga yang ditinggalkan.

“Masyarakat Minsel harus bergandengan tangan bersama Pemerintah memerangi aksi teror yang dilakukan teroris radikal ini, dengan mempererat persatuan dan kesatuan serta tidak takut dan melawan segala bentuk aksi teror ini,”ujar Kabag Palit. (JoTam)

You must be logged in to post a comment Login