Rapat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan: Hillary Brigitta Lasut Banjir Pertanyaan

Sulutlink.com – Rapat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh Anggota MPR-RI dari Fraksi Nasdem, Hillary Brigitta Lasut yang berlangsung di ruang serbaguna Kantor DPRD Sulut, meninggalkan kesan kurang akrab terhadap peserta yang hadir. Pasalnya, dari pantauan media dilokasi sosialisasi, peserta dan undangan yang datang harus mengalami pemeriksaan berlapis oleh aparat kepolisian maupun petugas khusus panitia penyelenggara.

Tak luput puluhan media peliput, harus mengalami hal yang sama, lewat pemeriksaan berlapis. Kendati para kuli tinta ini berharap tidak ada pemeriksaan yang terkesan seolah dilokasi ini tidak aman sehingga siapapun yang datang, langsung terdeteksi dengan alat detektor, dan bawaan seperti Tas, disamping bawaan-pun seperti tas, saku peserta, juga harus digeledah isinya apa ! ‘Banjirnya pertanyaan yang diajukan peserta namun terkesan dipersingkat sehingga sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang mengusung 4 point itu terasa klimaks pencerahannya minim. Apakah kekurangan materi jitu untuk menjawab ?

Yang menarik dari pantauan media, disesi menjawab pertanyaan hanya di handel secara tunggal. Narasinya tidak difungsikan sehingga jawaban disampaikan ke peserta sangat minim dengan alasan dibatasi oleh waktu penggunaan ruang serbaguna Kantor DPRD Sulut, sosialisasi-pun ditutp dan dirangkaikan foto selfie peserta.

Berikut kutipan, salah satu peserta menceritakan kepada media tentang pengalamannya; “Abang, nama samaran. Dirinya sebelum melangkah pintu masuk, merasa sudah aman dari pemeriksaan, si oknum aparat belum puas dan cegat lagi si Abang. Kaget, tiba-tiba tangannya meraba-raba benda dikantong celana yang dicurigainya itu, dan betanya apa itu ? jawab Abang, komandan mo lia, Iyo, mana ? Benda yang dicurigainya itu diperlihatkan,”napa komandan, sambil menatap pas didepan matanya, si Abang bilang, “ini buku kehidupan komanadan, sontak si oknum aparat kaget juga bahwa itu ~alkitab kecil~ sementara mempersilahkan, masuk jo pak !

Pantauan media, ternyata hal yang tidak sewajarnya dipertontonkan, kok dijadikan modal jadi sewajarnya dilakukan, dan seolah kondisi Manado masih saja ada dugaan, sebagai kota yang masih belum aman (red).

“Apakah slogan Sulut, Torang Samua Ciptaan Tuhan, hanya dianggap kiasan belaka ? ( so ada slogan pake nama, TUHAN, kita-kita ini masih tetap saja, maaf, oleh person, oknum petugas tetap merasa curiga pa orang Manado, Red) sedangkan hajatan sosialisasi ini dibutuhkan dukungan masyarakat banyak untuk memberi pemahaman tentang implementasi Empat Pilar, yang didalamnya ada; PANCASILA, UUD 45, NKRI, dan BHINEKA TUNGGAL IKA.

Lain hal, menurut para peserta,(seperti dilansir Media ManadoBacirita, OM ), “mereka kaget diperiksa ekstra ketat di pintu masuk kegiatan yang dilaksanakan di ruang serbaguna Lt. 3, kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Apalagi, selama mereka menghadiri kegiatan-kegiatan serupa, tak sekalipun diperiksa polisi menggunakan detektor logam.

“Terus terang ini pengalaman kami pertama ikut kegiatan kemudian diperiksa ketat seperti kami ini mau lakukan hal buruk,” ujar Satria diiyakan beberapa peserta lainnya. Sementara, dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang dilaksanakan, Sabtu (30/11) kemarin, Hillary didampingi, Dr Maxi Egetan, staf ahlinya, saat melakukan diskusi dengan para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Hillary menyebut jika dirinya sengaja mengundang para mahasiswa dan siswa agar mereka lebih paham dengan 4 pilar kebangsaan yang mulai dicetuskan oleh Almarhum Taufik Kiemas, Ketua MPR RI periode 2009-2014. ADVERTISEMENT

“Sosialisasi empat pilar bagi kaum milenial sangat tepat dan pas. Bahkan sosialisasi empat pilar ini lebih tepat lagi jika disosialisasikan sejak masih anak-anak,” ujar Hillary. Sementara, usai kegiatan, sempat terjadi sedikit insiden. Pasalnya, sakin banyaknya peserta yang datang, jatah makanan dus yang hendak dibagikan ternyata kurang dan membuat sebagian peserta kecewa.(*)

redaksi2-009 Desember 1 2019

You must be logged in to post a comment Login