Salsomagiore Jadi Kota Bridge Sebulan

Oleh : Bert Toar Polii

Tahun ini World Bridge Federation (WBF) menetapkan kota Salsomagiore di Italia menjadi penyelenggara dua kejuaraan dunia bridge dan menjadi tiga turnamen besar karena European Bridge League (EBL) ikut meramaikan dengan menggelar kejuaraan junior Eropa ditempat yang sama.
Jadilah kota kecil Salsomagiore menjadi kota bridge selama lebih dari sebulan atau tepatnya mulai 31 Juli hingga 4 September 2020.
Event pertama yang digelar adalah 18th World Youth Team Championship yang akan berlangsung tanggal 31 Juli – 9 Agustus 2020. Ini merupakan yang kedua kalinya Salsomagiore menjadi tuan rumah setelah tahun 2016.
Dilanjutkan kemudian dengan Kejuaraan Junior Eropa dan terakhir 16th World Bridge Game yang akan berlangsung tanggal 21 Agustus – 4 September 2020.
Kejuaraan Dunia ini awalnya bernama Olympiade Bridge yang dimulai tahun 1960 di Turin Italia. Karena WBF sudah menjadi anggota International Olympic Committee (IOC) maka dilarang menggunakan olympiade lagi sehingga diganti menjadi The World Bridge Games yang diselenggarakan 4 tahun sekali.
Event ini antar Negara namun tidak ada babak kualifikasi atau semua Negara boleh ikut serta. Ada 4 nomor beregu yang dipertandingkan, yaitu Open, Ladies, Senior dan Mixed demikian juga dengan kategori pasangan.
Prestasi terbaik Indonesia diraih tahun 1996 di Rhodes Island, Yunani dengan meraih medali perak di open team kalah dari Perancs di babak final.
Susunan team Indonesia waktu itu adalah :
Tim Manajer : Ananta Widjaya
Wakil Tim manajer : Bert Toar Polii
NPC : Alm. Munawar Sawiruddin
Para pemain :

  1. Henky Lasut – Freddy Eddy Manoppo
  2. Denny Jacob Sacul – Franky Steven Karwur
  3. Santje Panelewen – Giovani Watulingas.
    Menghadapi kedua event internasional diatas, PB GABSI sedang mengadakan Final Seleksi Nasional pembentukan tim pelatnas Junior U26 dan Girls U26 yang lolos babak kualifikasi zone 6 Asia pacific Bridge Federation untuk tampil di 18th World Youth Team Championship. Selain kedua kategori diatas, Indonesia juga meloloskan Kids U16. Namun karena yang meloloskan kategori ini adalah Tim dari Toar Bridge Club Manado asuhan Harke Tulenan yang juga Ketua GABMO dan Ketua Harian pengprov Gabsi Sulut maka hak membina dan mengirimkan tim Kids u16 diserahkan ke Pengprov Gabsi Sulut.
    Hasil akhir seleknas Junior dan Girls u26 setelah menyelesaikan babak final sebanyak 30 session adalah :
    Girls U26 :
  4. Yessie Grasella- Vila Rosa 692.25 VP
  5. Roro JT Dewi – Rahma Shaumi 680.36 VP
  6. Della Ayu Nobira-Desy Noervita Rahayu 626.39 VP
  7. Monica Ayu Triana – Fransisca Dewi Martanti 597.67 VP
  8. Kurnia Aulia-Salwa Putri 565.44 VP
  9. Ramandani N – Fanny M Jessy 437.99 VP
    4 Pasangan teratas akan diserahkan kepada KPPTN yang diketuai oleh Laksamana Pertama Teguh Widodo untuk dibina di Pelatnas kemudian memilih 3 pasangan yang akan mewakili Indonesi di The APBF Open Congress yang akan berlangsung di Perth Australia pada tanggal 15-22 April 2020 dan selanjutnya dipersiapkan menghadapi The 18th World Youth Team Championship yang akan berlangsung di Salsomaggiore, Italia pada tanggal 31 Juli – 9 Agustus 2020.
    Ada pekerjaan rumah terutama menyangkut penurunan penampilan yang sangat tajam dari pasangan Monica Ayu Triana – Fransisca Dewi Martanti yang sempat memimpin di awal tapi kemudian terjun bebas ke peringkat 4.

Junior U26 :

  1. Ali Akbar-M Hasyimi 711.07 VP
  2. M Al Gifari – Manuel W 663.38 VP
  3. Efryansyah -Fajar Pangestu 624.22 VP
  4. Scyvo Nelwan-Jordy Moleong 600.19 VP
  5. Pangestu Dimas W Bakti- Elga Pinka 531.32 VP
  6. M Setyo- M Wisolus 469.82 VP
    Sama seperti di Girls U26, Scyvo Nelwan-Jordy Moleong yang sempat memimpin ditempat teratas beberapa session malah menukik jauh ke peringkat 4.

You must be logged in to post a comment Login