Sampah Plastik Urgent, Bu Winsu: Agaknya Pemerintah Memang Sudah Saatnya Seriusi Pengelolaannya

Manado, Sulutlink.com – Sampah plastik masih menjadi sorotan publik. Agaknya pemerintah memang sudah saatnya  mempercepat perbaikan sistem pengelolaannya. Sampah plastik ada sekitar puluhan ton diantaranya terbuang dan mencemari laut.

Data itu juga mengatakan bahwa hal ini merupakan dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut.

Tidak berhenti sampai di situ,  diperkirakan akan terus meningkat. Dengan adanya industri industri minuman merupakan salah satu sektor yang pertumbuhannya paling  pesat.

Banyak dari hasil akhir produk minuman juga menggunakan plastik sekali pakai sebagai packaging. Minuman-minuman tersebut dapat dengan mudah ditemui di berbagai gerai ritel, baik modern maupun tradisional.

Pertumbuhan industri minuman yang sangat pesat tentu saja akan menghasilkan pertumbuhan jumlah sampah plastik yang semakin banyak terlebih saat ini kapasitas pengolahan limbah plastik masih terbilang banyak tentu saja polusi akan semakin meningkat.

Kualitas lingkungan hidup sudah tentu akan terancam. Selain dampak lingkungan, sampah plastik juga berisiko menekan kegiatan perekonomian daerah.

Setahun pandemi covid-19 di tahun 2021  sampah plastik menyebar dimana-mana. Bukan itu saja ada sampah jenis lain juga menyebar ditepian pantai, sungai, selokan dan pemukiman warga.  Pantauan media didapati menyebarnya sampah-sampah karena adanya musim hujan yang berkepanjangan.

Menumpuknya sampah plastik yang mengancam salah satu faktor mencemari lingkungan hidup. Representative rakyat yang duduk dilembaga perwakilan dalam hal ini Bapemperda DPRD Sulut pun bersinergitas antar pihak terkait mendorong upaya penanganan  masalah sampah plastik harus diseriusi.

Ketua Bapemperda Winsulangi Salindeho menyebut persoalan  sampah plastik ini sudah sangat urgent. “Ini sudah sangat urgent”

Kita lihat ketika baru-baru ini musim ombak besar di pantai Manado semua sampah plastik balik ke daratan. Botol aqua dan sebagainya,” kata Salindeho kepada media (12/3) di Manado.

Sementara itu salah satu Camat di Kecamatan Bunaken Kepulauan yang kebetulan anak Ketua Winsulangi Salindeho menginformasikan kalau masyarakat di sana mengangkat sampah plastik dengan jumlah yang sangat banyak.

“Kebetulan anak saya camat di Bunaken sana. Dia bilang, pak, ada ribuan sampah plastik masyarakat yang ada angka,” tutur Salindeho.

Bahkan diceritakan anaknya,  pernah ditemukan adanya ikan Paus yang sudah dalam keadaan meninggal, penyebab kematian ikan paus itu karena memakan begitu banyak sampah plastik.

“Ikan Paus saja makan itu sampah, mati. Setelah mati dibelah, ternyata ada 150 ton plastik ditemukan dalam perutnya.

Kedepan, ketika Ranperda itu dibahas, akan melibatkan pengusaha pabrikan plastik ini mereka dinilai harus mengambil peran dan tanggung jawab.

“Pada akhirnya ketika ini akan dibahas, kami akan undang beberapa perusahaan yang menggunakan produksi plastik untuk menanyakan apa yang akan mereka lakukan,” seru Salindeho.

Diketahui bahan plastik ini sulit sekali terurai, plastik pembungkus dari pasar itu juga susah terurai, mereka itulah penyumbat saluran air, apalagi mereka ini banyak aqua, ake, supermie dan lain-lain. Nanti ini diberlakukan, termasuk pemerintah yang memakai dispenser daripada aqua gelas, atau tumbler,” pungkas yang akrab disapa Bu. (karel)

You must be logged in to post a comment Login