“Saya Mencintai dan Mengampuni Anak Saya (Korban Narkoba)”

Manado, Sulutlink.com – Setiap Orang Tua tentu berupaya memberikan yang terbaik bagi anak yang dipercayakan Tuhan kepada mereka, meski ada segelintir yang mengabaikan darah dagingnya sendiri. Apalagi ketika anak yang menjadi harapan itu, dalam beranjak dewasa justru terjebak pergaulan dan pengaruh buruk, sehingga menyalahgunakan obat dan zat. Peduli dengan hal itu, Pemerintah pun tidak membiarkan masalah sosial itu, tapi langsung turun tangan berperan.

“Saya Mencintai dan Mengampuni Anak Saya (Korban Narkoba). Karena itu saat kami mendengar program ini, kami langsung datang dan memohon agar anak kami dilibatkan dalam rehabilitasi. Untung anak kami mau ikut program meskipun sebelumnya bertanya apa itu”, tutur salah seorang ibu yang anaknya menjadi korban penyalahgunaan Narkoba, tadi siang (Senin, 28/1), di salah satu Kelurahan di Kota Manado.

Pemerintah dalam hal ini Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara proaktif memberikan support kepada korban Narkoba yang melaporkan diri maupun keluarga korban. Sampai pasca rehabilitasi pun didampingi. Hari ini, digulir ‘Family Support Group’ Layanan Pascarehabilitasi dengan Tema ‘Peran Keluarga Membantu Klien Mempertahankan Kepulihannya’ dengan Fasilitator Jeinner J. Rawung, S.Psi., M.Pd (RSJ Prof. Ratumbuysang/Fak. Psikologi UKIT). “Kami percaya keluarga Rehabilitan tidak akan putus harapan Anak mereka pulih”, kata Rawung yang juga Founder Psikologi Brilliant Indonesia kepada Sulutlink.com.

Kegiatan itu menjadi tanggung jawab Bidang Rehabilitasi BNNP Sulut, yang dipimpin Kepala Bidang Dr. Reinne G. Wowiling, MARS. Kepala Seksi Pascarehabilitasi BNNP Sulut Dr. Cintami Angjaya menyatakan bahwa kegiatan Layanan Pascarehabilitasi ini berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2011 tentang Wajib Lapor dan Aturan Hukum turunan lainnya. (Red007)

You must be logged in to post a comment Login