Selamatkan Danau Tondano, Pemkab Minahasa Gandeng LED dan Bapperi Group

Minahasa, sulutlink.com – Sebagai upaya menyelamatkan Danau Tondano dari ancaman kepunahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus melakukan berbagai terobosan.

Kali ini, pemerintah berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang investasi yakni LED Group dan Bapperi Group yang bernaung dibawah Indonesia Sino National Development Committee (ISNDC).

Komitmen itu tertuang dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara dua pihak di Ruang Rapat Kantor Bupati Minahasa, Rabu (22/05/2019) kemarin.

Untuk pihak Pemkab Minahasa diwakili Assisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Minahasa, Dr Wilford Siagian. Sementara pihak Bapperi Group diwakili Adrianus Taroreh (Chairman), dan LED Group oleh William Shi (Chairman).

Penandatanganan kerja sama ini disaksikan oleh Danny Sondakh dan Suryanto Makalalag dari Bapperi Group, serta sejumlah perwakilan pejabat dari lintas instansi terkait di jajaran Pemkab Minahasa.

Sebelum penandatanganan, Siagian dihadapan para investor memaparkan berbagai potensi yang dimiliki Danau Tondano, diantaranya sebagai sumber energi pembangkit listrik, perikanan, irigasi, hingga sektor penunjang pariwisata daerah.

Namun dijabarkannya pula tiga isu yang membuat danau terbesar di Sulawesi Utara ini terancam punah, yakni penyempitan luas danau, pendangkalan dan kualitas air yang mulai menurun.

Ada pula pemaparan dari Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Ir Novry Lontaan yang menguraikan proposal usulan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, diantaranya pembangunan tanggul, pengadaan alat pengangkat eceng gondok, pembangunan jalan lingkar danau, normalisasi sungai, serta berbagai program lainnya.

Saat diwawancarai lebih lanjut usai kegiatan, Siagian menjelaskan bahwa investor dari LED Group dan Bapperi Group merupakan perusahaan yang menanamkan investasi di bidang pembangunan. Hanya saja, Danau Tondano dipilih secara spesifik karena penanganannya merupakan prioritas utama pemerintah saat ini.

“Sebelumnya kita memang telah berkoordinasi dan investor menanyakan kebutuhan apa yang diperlukan Kabupaten Minahasa kedepan, saya jawab yang sekarang ini telah kita siapkan lewat proposal adalah bagaimana menyelamatkan Danau Tondano,” paparnya.

Siagian menjelaskan, upaya penyelamatan Danau Tondano jadi prioritas pemerintah karena merupakan salah satu dari 15 danau di Indonesia yang masuk kawasan strategis nasional.

“Kenapa jadi strategis, karena kelestariannya terancam. Jadi ada tiga isu yang saya sampaikan terkait Danau Tondano ini yaitu penyempitan luas danau, bahaya pendangkalan dan kualitas air yang mulai menurun,” jelasnya.

Diakuinya jika saat ini upaya penyelamatan Danau Tondano juga dilakukan dengan banyak cara, salah satunya pengajuan proposal ke Kementerian PUPR. Hanya saja upaya melibatkan investor dipandang perlu, sebab tidak semua usulan di proposal yang diajukan Kementerian PUPR akan disetujui secara serentak.

“Tidak semua yang kita usulkan akan langsung disetujui pihak kementerian, sehingga kita juga terus coba mencari sumber-sumber dana lain. Nah kunjungan LED Group dan Baperi ke Sulawesi Utara adalah kesempatan bagi kita, makanya kita lakukan penjajakan kerja sama,” ujar Siagian.

Dijelaskan juga, investor dari LED Group dan Bapperi selain memiliki modal sendiri yang cukup besar juga diberi kepercayaan untuk meminjam uang dari World Bank dengan jangka waktu 30 tahun.

“Sebelumnya mereka telah menghadap Gubernur dalam merencanakan investasi di kabupaten kota se Sulawesi Utaura. Minahasa awalnya tak masuk, namun kita coba lakukan lobi-lobi dan akhirnya dilakukanlah kerj sama ini,” pungkas Siagian. (ten)

You must be logged in to post a comment Login