Serapan Anggaran 2018 Anjlok, Walikota Himbau Kinerja SKPD Dipertajam

Manado, Sulutlink.com– Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut meminta perangkat daerah untuk mempercepat serapan anggaran APBD tahun 2018. Sebab hingga triwulan ketiga ini, sera pan anggaran rendah alias anjlok.

“Banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serapan anggaran yang rendah akan berpengaruh pada pelayanan masyarakat,” ucap Vicky Senin (6/8)

Lebih jauh kata Lumentut saat memimpin rapat Evaluasi Pengawasan dan Realisasi Anggaran di kantor wali kota, tinggal dua bulan lagi triwulan ketiga usai. Dan saya meminta perangkat daerah mengambil terobosan untuk mempercepat serapan anggaran di masing masing SKPD.

“Kalau ada kegiatan yang direncanakan kurang bersentuhan dengan masyarakat. Perlu dikaji kembali termasuk janji janji politik harus diwujudkan bukan diabaikan sebelum menuju ke APBD Perubahan,” tegasnya

Vickypun menambahkan, janji-janji RPJMD 2016-2021 harus ditepati dan direalisasi. Sebab postur APBD harus berorientasi pada belanja modal dan kepentingan masyarakat.

“Belanja rutin perlu penyesuaian karena itu akan dinilai sesuai dengan peraturan yang ditetapkan,” pungkasnya

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD), Jonly Tamaka SE mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara, harus ada evaluasi kegiatan setiap SKPD sampai Juni. “Ini untuk mengetahui serapan anggaran sesuai dengan hambatan-hambatan yang terjadi,” koarnya.

Sekedar diketahui hasil pemaparan evaluasi dan pengawasan hingga 30 Juli, baru Rp 454 miliar serapan anggaran. Atau setara 25 persen dari total Rp 1,8 triliun APBD Kota Manado tahun 2018.

Sementara itu sejumlah personil DPRD sangat menyesalkan serapan Anggaran Pemerintah Kota.

“Pejabat pengguna anggaran terlalu menggunakan prinsip kehati-hatian. Tidak mempersiapkan rencana kerja,” ujar Hengkie Kawalo politisi PDIP.

Lebih jauh katanya, dengan melihat pengalaman, anggaran ditender pada saat waktu sudah mepet, sehingga serapan anggaran tak maksimal. Pada 31 Desember anggaran sudah disahkan, Maret anggaran sudah turun.

“Seharusnya sudah langsung jalan. Sekarang paling cepat Juni baru tender kan sudah mepet. Sekarang sudah triwulan tiga dengan serapan anggaran 25 persen itu sangat rendah,” tukasnya.

Selain itu katanya, tatkala perangkat daerah mengajukan anggaran, DPRD menyetujuinya. Namun sangat disayangkan jika serapan sangat rendah. “Tender APBD induk masih berjalan, sementara¬† kita segera masuk APBD Perubahan,” pungkasnya.

(Onal Gampu)

You must be logged in to post a comment Login