Sumpah Pemuda Ke 91: Wujud Kebebasan Berekspresi Baik Ide Maupun Mengemukakan Pendapat

Sulutlink.com – Peringati Hari Sumpah Pemuda yang ke-91, Ada makna yang mendalam bagi sejarah bangsa ini dalam isi Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 itu, yakni ikrar bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu: Indonesia.

Menoleh kebelakang sejarah Sumpah Pemuda tercetus dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Namun dua tahun sebelumnya, seperti diungkap Sudiyo lewat buku Perhimpunan Indonesia sampai dengan Lahirnya Sumpah Pemuda (1989), telah dilakukan Kongres Pemuda I mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta).

Kongres Pemuda I atau Kerapatan Besar Pemuda dihadiri oleh perwakilan dari perhimpunan pemuda/pemudi termasuk Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahasaers, Jong Bataks Bond, Pemuda Kaum Theosofi, dan masih banyak lagi.

Mencermati dari masa kemasa, Makna Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2019 ini, “ditemui sulutlink.com tokoh pemuda mantan Ketua GMNI Minut,” berikut pandangannya tentang Makna Sumpah Pemuda ke-91:

AUDY KALUMATA TOKOH PEMUDA MINUT

Dinamika dalam berorganisasi merupakan bahan bakar menggeliatnya semangat para pemuda yg gandrung akan kemajuan dan tajam dalam menganalisa semua permasalahan bangsa.

“Tanggal 28 Oktober merupakan waktu yang bersejarah. Memiliki makna sangat mendalam terhadap perjuangan para pemuda dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Tahun 2019 ini, peringatan spirit nasionalisme yang lahir pada 1928 silam ini sudah menginjak ke-91 yang bertema “Bersatu Kita Maju”.

Inspirasi ini menurut Tokoh Pemuda Minut, bahwa Semangat dicetusnya Sumpah Pemuda yang adalah cikal bakal NKRI, tidak lepas dari keinginan melepaskan diri dari cengkraman segala bentuk pembungkaman akan kebebasan berekspresi baik ide maupun berbicara mengemukakan pendapat. Hal ini juga yg akhir-akhir ini melanda bangsa Indonesia baik di tingkat nasional sampai ke daerah.

Kalau demikian, Berbicara mengenai Kepemudaan, Tokoh Pemuda Minut Audi Kalumata mengemukakan pendapatnya, khususnya Organisasi dimana tempat berhimpunnya organisasi-organisasi kepemudaan yg ada di Indonesia, katakanlah (KNPI) sampai saat ini terasa belum “final” dikarenakan masih ada beberapa versi yg mendapatkan keabsahan dari Kementerian Hukum dan HAM. Kendatipun kewenangan dari Kemenkumham adalah Kemenkumham memiliki kewenangan legal administratif dalam aturan pengesahan perkumpulan atau organisasi   kemasyarakatan  (ormas),” tutur Kalumata

“Artinya   secara   administrasi   tata   negara, perkumpulan/ormas yang memenuhi persyaratan dan telah mengikuti prosedur administrasi yang berlaku akan direkomendasikan dalam suatu Surat Keputusan (SK) pengesahan Badan Hukum. Singkatnya jika kita menjadikan hal-hal tersebut menjadi suatu permasalahan artinya kita tidak menghargai semangat hingga dicetusnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,” ujar Mantan Ketua GMNI Minut, Senin (28/10/2019) kepada Sulutlink.com

Tak hanya itu, Kalumata juga memaparkan Jika hal seperti ini saja kita masih jadikan hambatan dalam membangun bangsa dan negara berarti seyogyanya kita sebagai pemuda, belum benar-benar memaknai semangat dari Sumpah Pemuda itu sendiri. Sudah 91 tahun sejak Sumpah ini di ikrarkan. Seharusnya kita tidak lagi “terperangkap” dengan persoalan-persolaan seperti ini. Kita Pemuda Indonesia harus sudah maju.

“Jangan lagi kita terhambat ikut serta dalam membangun bangsa ini. Kita kan sudah memiliki instrumen dalan menyelesaikan persoalan seperti ini.

“Salah satunya telah termaktub dalam UUD 1945 pasal 28 E ayat 3. Mengamanatkan bahwa “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. Kita seharusnya berpikir cerdas dalam menanggapi hal ini.

Pasal tersebut diatas adalah kunci bahwa persoalan-persoalan seperti ini, seharusnya merupakan kekuatan pemuda bukannya malah “digoreng” dan dijadikan hambatan kita sebagai pemuda untuk membangun dan berpartisipasi untuk kemajuan bangsa,” pungkas Audy Kalumata, yang juga Mantan Ketua KNPI Minut dan berjasa sebagai Aktifis Tokoh Pemuda yang terus memotivasi Membangun Pemuda di Era Milenial.

redaksi2Supit Oktober 28 2019

You must be logged in to post a comment Login