TEKNOLOGI: Jepang Berhasil Dalam Risert Pengembangan Sutra Laba-Laba Ramah Lingkungan

DEPROV Sulutlink.com – Dilansir dari laman NHK World Tokio, lewat siaran dalam sebuah program mengenal teknologi di Jepang, siaran yang mengangkat salah satu perusahaan rintisan Jepang mengatakan, telah berhasil mengembangkan sutra laba-laba. Perusahaan asal Japang ini mengklaim berhasil dalam riset pengembangan sutra laba-laba. Pihak pengembang berharap dapat mulai menjual kain yang terbuat dari serat baru yang ringan, kuat, dan ramah lingkungan tahun ini,” tulis, redaksi NHK World, Tokio yang berkantor di Tokio Jepang itu.

NHK World lebih jauh mengulas kiat-kiat keuntungan dalam pengembangan tekonology terbarukan dimana asal usul memperoleh bahan tersebut melalui kerja Laba-laba membuat jaring dari serat-serat yang ringan, fleksibel, dan dapat menyerap guncangan.

Menurut pengembang, mengemukakan bahwa serat itu disebutkan memiliki 340 kali lipat kekuatan baja dengan berat yang sama. Secara teori, sebuah jaring laba-laba yang terbuat dari sutra setebal satu sentimeter bahkan dapat menangkap sebuah jet besar yang sedang terbang tanpa merobeknya.

Upaya perusahaan melalui rintisan tersebut, menyebut Spiber, memiliki basis di Kota Tsuruoka, Provinsi Yamagata, Jepang utara. Perusahaan ini mengklaim ambil bagian dalam sebuah program pemerintah untuk mengembangkan bahan-bahan baru serta menganalisis gen-gen yang mengatur produksi bermacam jenis sutra laba-laba.

NHK Wolrd mengulas lebih jauh seputar cara kerja para peneliti guna mengembangkan protein yang menyusun gen-gen tersebut untuk menciptakan serat yang menyerupai sutra laba-laba. Para peneliti membuat sebuah prototipe pakaian luar ruang dengan menggunakan teknologi terbarukan tersebut.

Laman NHK World menyebut pandangan perusahaan pengembang, mengatakan serat-serat itu dapat digunakan untuk penerapan yang luas, seperti badan otomotif, yang harus ringan namun kuat, dan rambut sintetis yang harus lembut.

Direktur Spiber, Kazuhide Sekiyama mengatakan perusahaannya dapat membantu mengarahkan masyarakat ke arah berkelanjutan karena serat-serat tersebut tidak terbuat dari minyak atau bahan bakar fosil lainnya,’dapat dikatakan layak dan ramah lingkungan (NHK World)

Edit:Kta09
May 5 2019

You must be logged in to post a comment Login