The Law of Total Trick

Oleh : Bert Toar Polii

Dalam permainan bridge modern terutama dalam pertandingan tingkat atas, sudah sangat jarang kita mendapatkan lawan yang dengan mudahnya memberi kita ruang gerak yang leluasa.

Lebih banyak jalannya penawaran akan diwarnai dengan tawaran yang mengggangu termasuk tawaran preemptive. Dalam mengambil keputusan untuk menentukan kontrak akhir pada situasi ini tentu saja akan menjadi jauh lebih sulit.

Jelas akan jauh lebih enak menentukan kontrak terbaik apabila lawan tidak ikut bidding, karena sebelum menentukan kontrak akhir telah terjadi pertukaran informasi.
Prinsip yang dianut sekarang, ganggulah lawan sebanyak dan setinggi mungkin pada kesempatan pertama. Untuk mengatasi ini tentu saja kita harus memiliki senjata.

Salah senjata yang sekarang menjadi sangat popular terutama setelah Larry Cohen seorang pakar asal Amerika Serikat menerbitkan buku To Bid or Not To Bid, The Law of Total Tricks.
Apa itu The Law of Total Trick? Ide awal muncul dari tulisan Jean Rene Vernes di Bridge World Magazine dengan judul “The Law of Total Trick” yang merupakan suatu ide brilian dalam lingkup competitive bidding yang intinya Trump adalah segalanya.

Selanjutnya Larry Cohen menguraikan secara lebih terperinci berdasarkan pengalaman ia dan pasangannya Marty Bergen. Pasangan Marty Bergen-Larry Cohen memanfatkan secara khusus the law of total trick dalam mengatasi competitive bidding.
Secara sederhana Law of Total trick dapat didefinisikan sebagai berikut:

Jumlah Trik yang akan didapat itu sama dengan jumlah trump dikedua tangan.
Jadi kalau ada fit 4-4 ada 8 trik, fit 5-4 ada 9 trik. Demikian juga akan terjadi di pihak yang lain. Jika di arah US ada 9 kartu fit dan di TB ada 9 kartu fit maka jumlah trik akan menjadi 18 trik. 18 trik ini tidak harus terbagi 9-9 tapi bisa juga 10-8, 11-7 yang penting tetap 18.
Mari kita coba dalam permainan :

Sebagai selatan anda pegang
S KQJ1062
H KQ5
D 43
C 82

Penawaran berlangsung (tidak ada bahaya):
Barat Utara Timur Selatan
1S
2D 2S 3D ?

Umumnya pemain bid 3S sebagai competitive bukan invitational tapi persoalan disini apakah kita harus competitive 3S atau biarkan lawan bermain 3D.

Mari kita coba aplikasikan “The Law”, ada berapa trik yang mungkin didapat kedua belah pihak?
Partner kemungkinan pegang 3 lembar spade (kalau pegang 4 lembar ia akan bid 3S). Lawan minimal ada 8 kartu di diamond bisa juga 9, jadi ada 17 atau 18 trik
Mari kita lihat hasil yang akan didapat kalau 17 trik dan 18 trik.

17 Trik 18 Trik
Kontrak 3S Lawan main 3D Kontrak 3S Lawan main 3D
Trik Skore Trik Skor Trik Skor
10 +170 7 +100 10 +170 8 +50
9 +140 8 +50 9 +140 9 -110
8 -50 9 -110 8 -50 10 -130
7 -100 10 -130 7 -100 11 150

Jelas dari bagan diatas bid 3S akan lebih menguntungkan dibanding membiarkan lawan main 3D.

Selanjutnya mari kita lihat contoh dari kejuaraan dunia.
3/TB/T S AK632
H 62
D KQ10
C Q97
S 84 S J7
H AKQJ953 H 1087
D 52 D J64
C J5 C AK1043
S Q1095
H 4
D A9873
C 862

Barat Utara Timur Selatan
Pittala Huang Belladona Kuo
Pass Pass
3H 3S 4C 4S
5H Pass Pass 5S
Dbl //

Papan ini muncul dalam pertarungan antara Italia melawan Taiwan pada Kejuaraan Dunia Bermuda Bowl tahun 1979 di Rio De Janeiro, Brazil. Italia meraih 6 Imp karena dimeja lain Italia bermain 4S mati 1 sedangkan kontrak 5S double mati 2 Siapa yang salah pada papan ini, utara atau selatan menurut anda? Setelah mengetahui “The Law” maka jelas yang salah adalah utara, seharusnya ia double 5H bukan pass karena selatan telah pernah pass. Terhadap bid 5H dari barat, pass dari utara pada situasi ini jelas “forcing”.

You must be logged in to post a comment Login