‘ Tuntut Pembubaran FPI ‘ Gabungan LSM dan Ormas se-Sulawesi Utara siap beraksi di 212

Aksi Damai Gabungan ormas dan LSM se-Sulawesi Utara di Lapangan Koni Sario Manado, kamis 7/11/2016 waktu yang lalu. (Foto. identitasnews)

Sulutlink.com – Manado, Gabungan LSM dan ormas di Sulawesi Utara yang menyatu dalam F-KALO Sulut (Forum Komunikasi Antar LSM dan Ormas se-Sulawesi Utara) akan melakukan aksi Demo damai besar-besaran menuntut mengenai pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) yang akan digelar Selasa 21/2/2017 mendatang.

Demo damai bertajuk 212 yang digelar F-KALO Sulut (Forum Komunikasi Antar LSM dan Ormas se-Sulawesi Utara, dipastikan diikuti sekitar 30 ribu massa gabungan seluruh lintas ormas dan dipusatkan di Lapangan KONI Sario, Kota Manado.

Momentum 212 yang digalang massa Ormas dan LSM di Sulut, adalah bentuk komitmen  membangun semangat nasionalisme lewat bingkai kebinekaan yang selama ini tumbuh dan berkembangan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hidup rukun, damai dan saling toleransi merupakan falsafah leluhur yang selama ini tumbuh subur dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia, termasuk di tanah Minahasa, Sulut. Semangat inilah yang mendasari aksi 212 nanti,” beber Walian Wangko Decky Maengkom selaku penanggungjawab aksi F-KALO.

Berangkat dari semangat tersebut, seluruh Ormas dan LSM dari berbagai elemen di Sulut yang tergabung dalam F-KALO berkomitmen menolak berbagai tindakan intoleransi, radikalisme, adu domba yang dilakukan siapa saja dengan tujuan memecah bela bangsa serta menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), salah satunya seperti yang dilakukan Rizieq Sihab bersama komunitasnya FPI.

Informasi yang didapatkan dari Nouke Paat selaku koordinator aksi F-KALO dari Ormas KBN BMI, aksi Demo Damai kali ini untuk menyalurkan aspirasi dari masyarakat, antara lain :  menuntut pembubaran FPI, tangkap, adili dan penjarakan Rizieq Sihab, cabut kewarganegaraan Rizieq Sihab, mendukung TNI untuk membubarkan ormas Radikal dan anti Pancasila, mendukung Polri dalam mengusut tuntas semua kasus Rizieq Sihab.

“Ini merupakan aksi terbesar di Sulut, aksi ini dipastikan berlangsung aman dan tidak ada tindakan anarkis. Sebab tujuan kami hanya satu yakni menjaga keutuhan NKRI. Nantinya ada kendaraan disiapkan menjemput massa aksi, tujuannya untuk menjaga jangan sampai ada penyusup dalam aksi,” tutup Howard Hendriek Marius dari LSM GMBI yang juga menjabat sekretaris F-Kalo.

Seperti yang diketahui sebelumnya, menurut rencana aksi ini akan dilakukan hari ini Rabu 8/2/2017, karena menjelang Pilkada serentak yang diikuti oleh  dua kabupaten yakni Bolaang Mongondow dan Sangihe maka disepakati bersama demi menjaga kamtibmas, aksi ini ditunda hingga baru akan dilaksanakan 21/2/2017 natinya.(bjl)

Sebelumnya : Gabungan Ormas dan LSM se- Sulawesi Utara Tunda Aksi Demo 802

You must be logged in to post a comment Login