UNIMA DI TONDANO TERAPKAN KULIAH DARING CEGAH PENYEBARAN COVID-19

Minahasa, Sulut, Sulutlink.com – Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara melakukan perkuliahan dengan sistem dalam jaringan (daring) atau “online” guna mencegah penyebaran virus COVID-19.

“Perkuliahan dari semua tingkatan S1, S2, sampai S3 yang ada di Unima kami berlakukan dengan sistem  pembelajaran daring,” kata Rektor Unima Prof Paulina Runtuwene di Tondano, Senin.

Pembelajaran daring itu, katanya, dilakukan dengan memanfaatkan e-learning, blended learning, google classroom, edmodo, email, serta penugasan kepada mahasiswa.

“Untuk pelaksanaan bimbingan akhir bagi mahasiswa seperti skripsi, tesis, dan disertasi dapat dilakukan secara ‘online’ atau menggunakan media sosial yang ada. Termasuk juga jika ada ujian tengah semester atau ujian akhir semester,” katanya.

Selain itu, kuliah lapangan, magang, PPL, KKN serta pertukaran mahasiswa dan dosen ditangguhkan untuk sementara waktu, sambil melihat perkembangan kondisi.

“Ada juga sebanyak 586 mahasiswa yang harusnya melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PP) terpaksa harus ditangguhkan kegiatan mereka,” katanya.

Pelaksanaan ujian proposal dan komprehensif dapat dilaksanakan namun hanya menghadirkan mahasiswa yang diuji, dosen penguji serta panitia ujian, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Sementara itu pelaksanaan wisuda yang sudah dijadwalkan pada 24 Maret 2020 ditunda sampai ada pemberitahuan dari rektorat.
Ada juga penangguhan keikutsertaan sejumlah kegiatan yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan ke luar daerah dan luar negeri.

“Termasuk kegiatan mahasiswa di dalam areal kampus ditunda, sampai ada pemberitahuan,” katanya.

Rektor juga mengimbau mahasiswa yang ada di asrama untuk melakukan kegiatan mandiri serta menunda aktivitas yang melibatkan banyak orang.

“Kami juga mengajak seluruh civitas Unima dapat menjaga kesehatan, menghindari tempat ramai. Tanpa mengurangi rasa hormat, lebih baik tidak bersalaman secara langsung tapi dapat dilakukan dengan cara lainnya dengan tetap menunjukkan rasa hormat,” demikian Paulina Runtuwene. (ANT/Ryn)

You must be logged in to post a comment Login