UNIMA PERPANJANG PELAKSANAAN KULIAH DARING

Manado, Sulutlink.com – Universitas Negeri Manado (Unima) di Sulawesi Utara memperpanjang proses perkuliahan melalui dalam jaringan (daring) mulai 14 April sampai 15 Mei 2020 untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus COVID-19 di lingkungan kampus itu.

“Dengan melihat kondisi yang terjadi saat ini, maka kami memperpanjang proses perkuliahan dengan sistem daring,” kata Rektor Unima Prof Julyeta Runtuwene di Tondano, Senin.

Ia menjelaskan perpanjangan kuliah daring tersebut dimulai 14 April sampai 15 Mei 2020, dan telah disampaikan kepada seluruh civitas Unima melalui Surat Edaran Rektor Nomor: 37/UN41/TU/2020, tertanggal 13 April 2020.

Pembelajaran daring  bagi mahasiswa dilakukan dengan memanfaatkan amelia.unima.ac.id, e-learning, blended learning, google classroom, edmodo, email, serta penugasan kepada mahasiswa.

“Untuk pelaksanaan bimbingan akhir bagi mahasiswa seperti skripsi, tesis, dan disertasi dapat dilakukan secara daring atau menggunakan media sosial yang ada. Termasuk juga jika ada ujian tengah semester, atau ujian akhir semester,” katanya.

Selain itu, kuliah lapangan, magang, PPL, KKN serta pertukaran mahasiswa dan dosen ditangguhkan untuk sementara waktu, sambil melihat perkembangan kondisi.

Pelaksanaan ujian proposal, seminar hasil penelitian, komprehensif, atau tesis dan sejenisnya dapat dilakukan secara daring melalui amelia.unima.ac.id atau aplikasi lainnya.

Sementara itu pelaksanaan wisuda yang sudah dijadwalkan ditunda sampai ada pemberitahuan dari rektorat.

Selain itu, juga ada penangguhan keikutsertaan sejumlah kegiatan yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan ke luar daerah dan luar negeri.

“Termasuk kegiatan mahasiswa di dalam areal kampus ditunda, sampai ada pemberitahuan,” katanya.

Ia juga mengimbau mahasiswa yang ada di asrama untuk melakukan kegiatan mandiri serta menunda aktivitas yang melibatkan banyak orang.

“Kami juga mengajak seluruh civitas Unima dapat menjaga kesehatan, menghindari tempat ramai serta melaksanakan ‘physical distancing’,” demikian Julyeta Runtuwene. (ANT/Ryn)

You must be logged in to post a comment Login