Wakapolda Sulut Buka Kegiatan Diskusi Panel Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan Stop Hoax & Ujaran Kebencian

Pemprov, Sulutlink.com – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulut Brigjen Pol Drs. Alex Mandalika membuka kegiatan Diskusi Panel Polda Sulawesi Utara khususnya jajaran Direktorat Reskrimsus bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsrat dengan tema “Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan Stop Hoax & Ujaran Kebencian”. Diskusi dihadiri oleh Wakil Rektor III Ronny Gosal, Warek II Unsrat, PJU Polda, kapolresta Manado dan ratusan peserta diskusi dari pelajar dan mahasiswa se-Kota Manado, digelar di Lantai 4 Gedung Rektorat Unsrat, Rabu (9/10/2019)

Wakapolda Mandalika mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengenai apa, bagaiaman hoax itu.

“Ini inisiasi dari BEM Unsrat bersama Dit Reskrimusus Polda Sulut, sembari mengemukakan ajang sosialisasi ini mengajak masyarakat terutama adik-adik mahasiswa tidak lagi terpengaruh, terprovokasi dengan berita hoax, itu yang paling utama,” tandas Wakapolda.

Sementara itu dalam paparannya Direktur Reskrimsus Polda Sulut Kombes Pol Yandri Irsan, SH, SIK, MSi mengajak masyatakat khsusnya mahasiswa dan pelajar agar memerangi hoax dan ujaran kebencian.

Menurutnya Indonesia adalah negara keempat terbesar di dunia dalam penggunaan media sosial khususnya facebook, namun tingkat kecepatan internet di Indonesia peringkat 106 di dunia,”ungkapnya

Direktur juga mengulas panjang lebar apa itu hoax dan tujuannya. “Tujuan hoax untuk mengajak publik mempercayai yang salah menjadi benar, penyebaran berita hoax, juga memiliki tujuan pribadi menciptakan kesan personel tertentu,” katanya.

Untuk mencegah itu, iapun mengajak masyarakat untuk terus
meningkatkan minat baca, mencari kebenaran informasi atau berita yang
digulirkan dan mencari berita pembanding.

“Kalau menemukan konten negatif atau hoax, tolong bantu memberikan komentar bahwa itu bohong, jangan dibiarkan. Meskipun singkat, berikan komentar bahwa itu tidak benar,” himbau Direktur.

Lanjut dikatakannya jika regulasi tentang hoax dan ujaran kebencian itu sudah ada sejak tahun 1946, yang tertuang dalam Undang-Undang no 1 Tahun 1946

“Saat ini pihaknya juga sudah menangani kasus hoax dan ujaran kebencian. “Ada 23 kasus pencemaran nama baik yang telah ditangani Polda Sulut,” kata Direktur.

Ia mencontoh, apabila dalam penanganan kasus ini, Polda Sulut lebih bijak. “Penegakkan hukum merupakan jalan terakhir, mediasi dan konseling itu yang dikedepankan. Kalu tidak bisa berdamai, kita lanjutkan ke ranah hukum,” pungkas Direktur.

Pantauan Sulutlink.com, antusiasme pelajar dan mahasiswa dalam mengikuti diskusi panel benar-benar luar biasa.

Diskusi yang diikuti oleh kurang lebih 250 pelajar dan Mahasiswa se-Kota Manado ini terbuka kesempatan mengemukakan pertanyaan seputar materi yang didiskusikan khususnya hal-hal yang berkaitan dengan berita hoax dan ujaran kebencian

Ditambahkannya juga, kegiatan seperti ini mendapat atensi dari para narasumber dan dari para peserta. “antusiasme cukup tinggi dan menurut beberapa narasumber bahwa kegiatan seperti ini baru pertama kali diadakan dengan suasana seperti ini,” katanya

Ia berharap apa yang disampaikan narasumber, bisa dicermati. “Kita harus lebih bijak mecermati berita atau informasi-informasi, juga yang terpenting kita harus mendukung program pemerintah dalam hal hidup rukun merajut kebersamaan, walapun kita bebeda-beda, kita tetap NKRI,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu peserta yaitu Anastasia, mahasiswa asal Fisip Unsrat semester 3 juga memberikan apresiasinya kepada Polri. Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus. “Dengan adanya diskusi ini, juga membuat kita mahasiswa harus hati hati dalam menyebarkan sebuah berita. Harapannya dengan kegiatan ini, kita lebih tau untuk menyebarkan berita, tidak asal dan lebih selektif lagi,” katanya.

Diskusi panel diakhiri dengan sesi doorprize pengundian dua nomor nomor yang beruntung mendapat laptop disamping itu kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa yang menyampaikan pertanyaan diberi hadiah kenangan

Diskusi panel yang turut menghadirkan 4 nara sumber masing-masing Jhon Frits Gerald dari Diskominfo Sulut, Direktur Reskrimsus Polda Sulut Kombes Pol Yandri Irsan, SH, SIK, MSi, Akademisi Unsrat Yaulie Rindengan, akademisi Unsrat dr. Max Rembang

redaksi2Supit Oktober 9 2019

You must be logged in to post a comment Login