web analytics

Aiko Johannah Assa, Jadi Viral di Media Sosial

Aiko Johanna Assa, sang pembawa Baki pada perayaan Kemerdekaan 17 Agustus di Sulawesi Utara.

 

Manado,sulutlink.com- Nama Aiko Johanna Assa, gadis belia berparas cantik kelahiran Manado, 18 Juli 2003 semakin dikenal bahkan viral didunia media sosial. Pasalnya, ‌anak ketiga dari tiga Bersaudara pasangan Peter Karl Bart Assa, ST, MSc, PhD dan Diana Lepar ini dipercayakan untuk membawah baki bendera pusaka merah putih pada perayaan hari Kemerdekaan 17 Agustus di jajaran Pemerintah Provinsi,  Jumat (17/08/2018)

Tak tanggung tanggung bersama pasukan delapan pengibar bendera merah putih, gadis manis yang sedang menimba ilmu Kelas XI SMA Kr Ebenhaezer inipun sukses menaikan sang saka merah putih.

Tak pelak usai mengibarkan sang saka merah putih, riuhan para hadirin yang memadati lokasi pelaksanaan prosesi perayaan kemerdekaan berkumandang tatkala bemdera pusaka berkibar diatas langit nan biru.

“Saya bersyukur dan memuji Tuhan karena berkatnyalah kami bisa mengibarkan sang saka merah putih,” ucap adik dari Stevano Assa dan Yuki Assa yang berdomisili di Karombasan Selatan

Selain itu katanya, saat ini kami aktif dalam pelayanan Gerejawi di Gereja GMIM Zaitun Karombasan Ranotana Weru. Dan terkait suka duka pada saat dikarantina terbilang banyak.

“Kalo suka, ada kebersamaan yakni, di didik semua sama sebab sukses adalah milik kita bersama. Sedangkan bicara duka cuma sedikit sebenarnya yaitu pada waktu torang mo bapisah,” ungkap Aiko yang memegang posisi forward di team Bola Basket SMA Kr Ebenhaezer.

Selain itu kata anak tercinta dari Sekretaris Kota (Sekot) Manado Bart Assa ini menambahkan, kami memiliki pesan ‌bagi generasi muda untuk terus belajar menggunakan waktu bukan hanya untuk hal biasa, melainkan mengisi dengan hal hal yang berguna bagi diri sendiri serta sesama dan negara

“Generasi muda adalah tulang punggung bangsa dan negara. Oleh karena itu mari kita gunakan waktu untuk belajar dan mengasah ketrampilan diri yang kita miliki,” ajak Aiko.

Sementara itu Ayah tercinta Peter Karl Bart Assa St Msc Phd menambahkan, selaku orang tua kami merasa bangga sebab prestasi dan ketrampilan yang mereka miliki adalah proses otodidak yang terbentuk dengan sendirinya.

“Kami sebagai orangtua tidak pernah memaksakan kehendak agar seorang anak untuk menekuni dan total pada suatu bidang tertentu. Mereka memilih sendiri apa yang menjadi hobby dan tantangan yang akan mereka hadapi nanti,” ungkap Assa

Lebih jauh kata Birokrat sejati ini, kami juga sebagai orangtua hanya bisa mengarahkan agar mereka selalu berbuat sesuatu yang positif dan mempunyai nilai, terlebih mereka bisa menjadi berkat bagi orang tua, masyarakat dan banyak orang ,” pungkas Bart.

(ONAL GAMPU)

 

About Redaksi

Check Also

Bupati Minsel Franky Donny Wongkar Pimpin Langsung Pengangkatan Staf Khusus Bupati Tahun 2022

Minahasa Selatan, Sulutlink.com – Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar SH dan Wakil Bupati …