web analytics

Alasan Inilah Sulut Dijadikan Internasional Hub Pariwisata Indonesia Timur

Sulutlink. Manado. Propinsi Sulawesi Utara patut bersyukur dan bangga karena oleh Pemerintah Pusat telah menetapkan Sulut sebagai Internasional Hub Pariwisata di Indonesia bagian TimurIMG_20170524_114353

Seperti terungkap dalam Konferensi Pers bersama Arief Yahya Menteri Pariwisata RI dan Kepala Badan Koordinasi Penanan Modal RI Thomas Lembong diselah-selah kegiatan Invest Manado (24/5) kemarin di Hotel Peninsula.

Thomas Lembong yang mengawali Konferensi Pers, mejelaskan sepintas apa yang disepakati Presiden Jokowi bersama PM Cina di Bejing terkait One Belt One Road (OBOR) yang menyodorkan 3 Daerah untuk implementasi program OBOR di Indonesia yaitu Sumatra Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara

Kenapa Presiden Jokowi memilih Sulawesi Utara, karena potensi yang dimiliki daerah ini sangat besar untuk menjadi wilayah pengembangan baru  utamanya disektor Pariwisata yang akhir-akhir ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, jelas Lembong.

Letak Geografis Sulawesi Utara juga sangat strategis berada di bibir Pasific yang sangat dekat dengan Asia bagian Utara seperti Korea, Tiongkok, Jepang dan Philipina yang menurut Thomas Lembong jarak tempuh dibawah 5 jam dengan pesawat bahkan dari Davao Philipina hanya 1 Jam penerbangan ke Manado. Jarak seperti ini sangat disukai oleh setiap operator penerbangan Internasional.
Arief Yahya Mentri Pariwisata RI memastikan kalau Sulut sebagai Internasional Hub Pariwisata dengan dipilinya Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara sebagai Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Pariwisata dengan Total lahan tersedia 1.800 Ha.

Kenapa dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, tanya Arief.  KEK Pariwisata adalah pilihan tepat untuk mengimbangi laju pertumbuhan Pariwisata di Sulawesi Utara yang diakuinya selama ini tidak masuk 10 besar destinasi Pariwisata di Indonesia. Tetapi dengan gebrakan Gubernur Olly Dondokambey yang berhasil membuka jalur penerbangan langsung dari Cina – Manado sehingga membanjirnya wisatawan mancanegara di Manado. Sehingga Pemerintah Pusat tinggal mengikuti perkembangan ini.

Selain terobosan brilian dari seorang Olly Dondokambey di bidang Pariwisata, alasan lain dibuatnya KEK Pariwisata di Likupang, adalah sebagai satu langkah cerdas untuk menyiasati berbagai kendala birokrasi yang umumnya dialami investor dalam berinvestasi. Melalui model Single Management satu Kawasan maka investor tidak direpotkan dengan berbagai persoalan klasik yang ada dinegeri ini.

Dengan dijadikannya Sulut sebagai Internasional Hub Pariwisata, itu berarti posisi Sulut setara dengan Bali, Singapore, Dubai, Hongkong dan kota-kota lain di Dunia sebagai city Tourism.

Makanya Arief Yahya mintakan, kepada Walikota / Bupati di Sulawesi Utara untuk menangkap peluang besar ini karena yang menunjuk Sulut sebagai pintu masuk datang langsung dari Presiden Jokowi dan ini peluang emas tidak akan datang Dua kali. Sehingga sekarang tinggal tergantung warga Sulut sendiri apakah mampu memanfaatkan peluang emas ini yang telah didepan mata kita.

Ditambahkan Arief, satu rahasia berkembangnya Singapure,  Hongkong, Dubai dan Kota-kota wisata Dunia, karena mereka jeli memanfaatkan posisi mereka sebagai Internasional Hub Pariwisata. Sehingga sektor ekonomi lainnya turut bergerak seiring banyaknya orang yang masuk dan keluar di Kota mereka. Dan itu pasti akan menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui bisnis ekonomi kreatif  di Sulut dan Propinsi-propinsi disekitar Sulawesi Utara. (jansen)

 

 

 

 

About Redaksi 2

Check Also

Justman Entjaurau ST Terpilih Kembali Ketua Ikapolimdo Periode 2022-2024

  Manado, sulutlink.com – Kegiatan Rapat Musyawarah Besar (mubes) ke IV Pemilihan Ketua Umum Periode …