web analytics

ANGOUW: Memaknai Peringatan HUT Ke- 75 RI, Jika Kita Sepakat Dengan Satu Visi ‘Indonesia Maju’

Ketua DPRD Sulut ANDREI ANGOUW Pimpin Rapat Paripurna

Deprov (sulutlink.com) DPRD Provinsi Sulut menggelar rapat paripurna dalam rangka mendengarkan  penyampaian pidato kenegaraan  Presiden RI memperingati HUT RI Ke- 75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2020) pukul 09:30 di ruang Rapat PARIPURNA DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw.

Dihadiri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven Kandouw, Forkopimda, Kaban Intelejen Sulut, Pimpinan serta para Anggota DPRD Sulut, Sekretaris Daerah Sulut, Sekretaris DPRD Sulut dan Undangan lainnya.

Ketua DPRD ANDREI ANGOUW mengatakan di suasana pademi wabah covid-19 saat ini, maka mekanisme rapat dilakukan dengan memadukan kehadiran secara fisik dan virtual dengan tetap  memperhatikan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran covid-19.

“Dalam suasana indah dan berbahagia ini, sebagai insan yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Kita Patut Mensyukuri segala berkat dan rahmatnya karena pada hari ini kita hadir dalam rapat paripurna DPRD untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia di depan rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Senayan Jakarta.

Ketua Dewan mengajak forum rapat memohon kekuatan dan bimbingan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dengan Berdoa menurut Agama dan Kepercayaan Masing-masing.

Ketua DPRD usai memberi arahan mengajak selanjutnya mengikuti jalannya sidang paripurna yang disiarkan langsung melalui media elektronik.

Berikut singkat kutipan pidato
Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam Pembukaan Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR-DPD, dan Pidato Kenegaraan Presiden di Ruang Sidang, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta;

Ketua DPR-RI Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna Virtual

Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas segala rahmat, karunia dan hidayah-Nya pada hari ini kita dapat menghadiri Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, sebagai salah satu bentuk pelaksanaan tugas konstitusional.

Sidang Bersama tahun ini sedikit berbeda dengan sidang tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena situasi saat ini masih diliputi pandemi covid-19.

“Saat ini, kita bersama sedang mengatasi penanganan Pandemi Covid-19, yang telah berdampak luas terhadap seluruh sendi kehidupan rakyat dan penyelenggaraan negara.

Pandemi tersebut memberikan ancaman yang sangat serius terhadap keselamatan rakyat, perekonomian negara dan rumah tangga, serta kesejahteraan rakyat.

Sampai dengan tanggal 13 Agustus 2020,  terdapat 127.083 Kasus covid-19 yang tersebar di 34 provinsi dan 480 Kabupaten/kota dengan jumlah yang dinyatakan sembuh sebanyak 82.236 orang; dan jumlah yang meninggal dunia mencapai 5.765 jiwa.

Pada sektor perekonomian nasional, sumber-sumber pertumbuhan ekonomi nasional mengalami kontraksi; yakni pada kwartal ke-2 tahun ini pertumbuhan ekonomi berkontraksi hingga minus 5,32% (year on year).

Semua sektor dan lapangan usaha rakyat terganggu sehingga mengakibatkan berkurangnya pendapatan, meningkatnya pengangguran, meningkatnya angka kemiskinan dan menurunnya derajat kesejahteraan rakyat secara luas,” ucap Puan

Menghadapi kondisi bencana non alam yang luar biasa ini, diperlukan kehadiran Negara untuk menyelamatkan rakyat dari ancaman krisis kesehatan, ancaman krisis ekonomi, dan ancaman krisis kesejahteraan dengan melakukan upaya-upaya luar biasa, melalui serangkaian kebijakan, dan program penaggulangan covid-19 dan dampaknya, untuk meningkatkan kapabilitas di bidang kesehatan, memperluas perlindungan sosial, melaksanakan pembatasan sosial bersekala besar, serta mempercepat pemulihan ekonomi.

Melalui Undang-Undang No 2 Tahun 2020, tentang Kebijakan Keuangan Negara dan stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi covid-19 dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan, Pemerintah telah diberikan ruang kewenangan yang memadai dalam menjalankan kebijakan fiskal, kebijakan keuangan negara, dan kebijakan stabilitas sistem keuangan, untuk mengatasi Pandemi covid-19 dan dampaknya.

“Asas keselamatan rakyat merupakan asas tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan negara,” pungkas Puan

Hal ini semakin penting ketika kita dihadapkan dengan Pandemi Covid-19.  Oleh karena itu berbagai upaya dan kebijakan negara untuk menyelamatkan rakyat haruslah mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Namum disisi lain, rakyat juga menuntut Kinerja Pemerintah yang optimal dalam bertindak sigap, cepat, dan terpadu dalam menjalankan berbagai program untuk melindungi rakyat, membantu rakyat, dan memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi rakyat Indonesia,”tandas Puan.

Berikut kilas Pidato Presiden RI Joko  Widodo;

Kita patut memberikan apresiasi atas kerja bersama, gotong royong, seluruh komponen bangsa, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Dokter, Tenaga Kesehatan, Satgas Covid-19, TNI, POLRI, BUMN, Swasta, Relawan serta segenap unsur masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19.
“Semangat gotong royong inilah yang telah membuat kita mampu menghadapi covid-19 hingga saat ini,” ucap Jokowi

Lanjut Jokowi, Tiga hari ke depan, tanggal 17 Agustus 2020, bangsa Indonesia akan merayakan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75.  Peringatan hari kemerdekaan dimaksudkan, selain untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga agar kita merdeka dan bebas dari belenggu penjajahan, juga menjadi momentum dalam merefleksikan kembali perjalanan panjang bangsa Indonesia yang penuh dengan dialektika dalam menghadirkan dinamika, dan membentuk gelombang romantika, yang bermuara pada peradaban bangsa dan negara Indonesia menjadi seperti saat ini.

“Target kita saat ini bukan hanya lepas dari pandemi, bukan hanya keluar dari krisis, langkah kita adalah melakukan lompatan besar, memanfaatkan momentum krisis yang sedang terjadi,” ujar Jokowi

Krisis memberikan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan, melakukan lompatan transformasi besar dengan melakukan strategi besar.

Presiden RI Joko Widodo

“Mari kita pecahkan masalah fundamental yang kita hadapi. Kita lakukan lompatan besar untuk kemajuan signifikan, kita harus bajak momentum krisis ini,” tandas Jokowi.

Usai siaran langsung Paripurna DPR- RI dari Gedung Nusantara, Senayan Jakarta, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, mengatakan “Jika kita sepakat dengan satu visi INDONESIA MAJU, Kita mampu melakukan lompatan kemajuan, Lompatan untuk mendahului kemajuan bangsa lain,” ucap Angouw
” Tidak ada satu pun negara yang maju kalau rakyatnya terpecah belah, oleh sebab itu modal besar untuk INDONESIA MAJU adalah rasa optimis yang benar,” tandas Ketua DPRD Provinsi Sulut. (Red2SKT)















About DeProS Red

Check Also

Andrei Angouw Walikota Manado Genjot Vaksinasi Dosis Ke-2

Sulutlink – Wali Kota Andrei Angouw mengatakan, percepatan vaksinasi Covid-19 harus terus digalakkan apalagi Kota …