web analytics

Astaga! Masih Dalam Masa Karantina, Tapi Sudah Berjualan di Pasar

Kawangkoan, Sulutlink.com. Upaya Pemerintah Kecamatan Kawangkoan dalam pencegahan serta penanganan masyarakat yang terindikasi sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid -19 terus diintensifkan.

Salah satu bukti, setelah mendapat informasi adanya warga masyarakat yang sebenarnya masih dalam masa karantina lantas sudah melakukan aktifitas berdagang di pasar Kawangkoan pada hari Senin (11/5), Camat Kawangkoan Eingthmi Moniung SH segera melakukan tindakan koordinasi dengan pihak pengelolah pasar Kawangkoan.

Warga yang wajib karantina tersebut segera diarahkan untuk menghentikan aktifitas berdagangnya dan harus kembali menyelesaikan masa karantina / isolasi mandiri sesuai prosedur yang ditetapkan dan diwajibkan oleh instansi Kesehatan.

Sebelumnya terdapat pasien bayi satu tahun positif Covid -19 yang diumumkan Gugus Tugas Covid 19 Sulawesi Utara pada Sabtu (9/5) asal Kecamatan Kawangkoan. Sejak itu Jajaran Pemerintah Kecamatan Kawangkoan mengintesifkan pengawasan terhadap warga masyarakat di sekitar tempat tinggal pasien positif corona tersebut. Upaya-upaya itu antara lain melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Kawangkoan dan melakukan pendataan terhadap warga masyarakat yang terindikasi telah kontak langsung dengan pasien positif corona itu.

Menurut Moniung, ada 16 orang yang masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP). Mereka adalah kerabat dekat yang kontak langsung dengan pasien bayi positif corona tersebut. Sesuai prosedur standar kesehatan penanganan covid 19, mereka (terjadi kontak) harus melakukan tracing dari tim medis Puskesmas Kawangkoan.

Camat berharap agar masyarakat turut bekerja sama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus. “Jika ada masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar daerah, hendaknya melaporkan diri dan akan diberikan “surat kewaspadaan” dari pihak Puskesmas. Begitupun dengan adanya pendatang dari luar daerah Provinsi Sulut. Orang itu wajib melaporkan diri dan harus menjalani karantina/isolasi selama minimal 14 hari.” Ujar Eightmi.

Kawangkoan adalah wilayah kecamatan yang situasinya seperti di perkotaan kecil. Dari letak geografis, Kawangkoan berada di tengah Minahasa Raya yang diapit Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Dan Kota Tomohon.
Sebagai tempat transit masyarakat dari beberapa penjuru di Sulawesi Utara, kondisi Kecamatan Kawangkoan tak ubahnya sebuah perkotaan dengan ragam wisata kuliner. Dalam situasi Tanggap Darurat Bencana Virus Corona Covid-19 ini, masyarakat Kawangkoan idealnya harus lebih mawas diri menjaga kontak dengan adanya pendatang pendatang dari wilayah kabupaten ataupun provinsi lain.

Camat Eightmi juga menghimbau kepada publik; “Mari kita sama sama menjaga keamanan kesehatan kita, jangan panik tapi jangan juga lengah. Gunakan masker, rajin cuci tangan, demi diri sendiri, keluarg, anak-anak, suami/isteri, tetangga, dan sanak saudara kita. Tetap terapkan Social/Physical Distancing, agar tidak terpapar virus corona yang mematikan itu.” Pungkas mantan Camat Kawangkoan Barat ini. (harry)

About Redaksi Sulutlink

Check Also

Vaksinasi Massal di Mapanget, Kapolda Sulut Tinjau Langsung di Lokasi

Manado, Sulutlink.com – Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno didampingi Karo Ops, Kabid Humas, Kabid Dokkes, …