web analytics

Astaga !!! Minsel Kehilangan Rp 6 Miliar DAK Fisik Pendidikan

Minsel,Sulutlink.com – Kinerja Dinas Dikpora (Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga) Kabupaten Minahasa Selatan, dinilai lamban dalam mengelola dan menyerap anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus) Fisik Pendidikan tahun anggaran 2017, akibatnya Kabupaten Minsel kehilangan anggaran DAK Fisik sebesar Rp 6 Miliar lebih.

Diketahui anggaran DAK Fisik Pendidikan SD sebesar Rp 2.049.000.000.00 akan diperuntukan kegiatan pengadaan buku dan SMP sebesar Rp 5.650.000.000.00 akan diperuntukan kegiatan rehab gedung sekolah dan media pendidikan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Minsel  Denny Kaawoan,SE,MSi ketika dimintai konfirmasi di ruang kerja Selasa (24/10/2017), membenarkan anggaran DAK Fisik Pendidikan sebesar Rp 6 Miliar lebih dibekukan pencairannya.

Ditambahkan Denny Kaawoan, untuk 30 persen anggaran DAK Fisik Pendidikan SD dan SMP sudah masuk direkening kas daerah, namun karena tidak ada perkembangan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Dikpora Minsel, maka permintaan anggaran selanjutnya dipastikan akan dibekukan pencairannya.

Denny Kaawoan menjelaskan, sekarang sudah masuk akhir bulan Oktober 2017 dan Dinas Dikpora Minsel tidak juga dapat memperlihatkan perkembangan kegiatan yang berarti.

Lebih lanjut Denny Kaawoan menerangkan, dengan kondisi tersebut kedepan di tahun 2018, anggaran DAK Fisik Pendidikan Kabupaten Minsel terancam dikurangi dan tentunya ini sangat merugikan pembangunan dunia pendidikan Minsel .

Kondisi ini menjadi catatan merah bagi kinerja Dinas Dikpora Minsel dan ini sangat bertolak belakang dengan kinerja Bupati Christiany Eugenia Paruntu,SE (CEP), yang telah berupaya keras memperjuangkan anggaran DAK di Kementerian Keuangan RI.

Disisi lain Kadis Dikpora Minsel DR Fietber Raco,MSi ketika dimintai konfirmasi membenarkan adanya keterlambatan penyerapan anggaran DAK Fisik Pendidikan dan berkilah disebabkan karena juknis dari Kementerian terlambat diterima.

Selain anggaran DAK Fisik Pendidikan tersebut diatas, Kabupaten Minsel juga mendapat DAK Non Fisik Pendidikan berupa, Operasioanl Penyelenggaraan PAUD sebesar Rp.2.189.400.000.00, Tunjangan Profesi Guru (Sertifikasi guru) sebesar Rp 67.022.637.000.00, tambahan Penghasilan Guru (Non Sertifikasi guru) sebesar Rp 708.000.000.00, Tunjangan Khusus Guru (Tunjangan guru daerah terpencil) Rp 1.935.683.000.00.(JoTam)

 

 

 

 

About JoTam

Check Also

Rektor Universitas Klabat Berkunjung Ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi

Sulutlink – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Prof. Dr. Ir. Mahludin H. …