web analytics

Balas Dendam Korban Penganiayaan, Massa Bersajam Dibubarkan TNI-Polri

Minahasa Tenggara, Sulutlink.com – Seperti biasa Aparat Gabungan TNI dan Polri melaksanakan kegiatan rutin yaitu Patroli keamanan dan penegakan disiplin serta penerapan protokol kesehatan ditengah meningkatnya penyebaran Virus Covid-19, Patroli gabungan tersebut lebih dititik beratkan diwilayah Kecamatan Belang, dan Desa Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa 06/07/2021 pukul 21.00 wita.

Ditengah kegiatan Patroli dilaksanakan Tim Gabungan mendapati kerumunan Massa yang sedang berkumpul di depan Indomart Ratatotok, Massa yang sedang berkumpul tersebut terlihat membawa Sajam dan Senapan Angin, dengan tujuan melakukan aksi balas dendam atas kejadian penganiayaan terhadap Sdr Patras Ering ( 25 ) Warga Kampung Kenari, Jaga-3 Kecamatan Ratatotok.

Berikut Kronoligi kejadian, Pada pukul 19.00 Wita, sekitar 6 Orang tidak dikenal ( OTK ) datang ke Desa Ratatotok Selatan dan langsung melakukan penganiayaan kepada masyarakat Ratatotok Selatan yang sedang berkumpul di pinggiran jalan, serta melakukan perampasan Telepon Genggam dan Tas Pinggang milik masyarakat yang sedang berkumpul ditempat ini.

OTK tersebut juga melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam ( Sajam ) kepada sdr Patras Ering ( 25 Tahun, alamat Kampung Kenari Jaga 3 Kec Ratatotok Kab Mitra ) yang mengakibatkan Sdr Patras Ering mengalami luka Tikam di perut bagian kanan dan kaki sehingga korban dilarikan ke RS Ratatotok-Buyat untuk mendapat perawatan Medis.

Pada pukul 21.00 Wita, sekitar 20 Orang Masyarakat Desa Ratatotok Selatan berkumpul di jalur Ratatotok tepatnya di depan Indomart Ratatotok dengan membawa sajam dan Senapan Angin bermaksud untuk melakukan aksi pembalasan setelah mendengar isu yang beredar di Masyarakat Ratatotok bahwa pelaku penganiayaan merupakan Masyarakat dari Desa Basaan.

Pada pukul 22.00 Wita, AKBP Rudi Hartono, S.Ik, MH, M.Si ( Kapolres Mitra ) tiba dilokasi dan memberikan himbauan kepada Masyarakat agar tidak melakukan balas dendam, karena kejadian tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, dan massa yang sedang berkumpul dihimbau untuk segera pulang kerumah masing-masing, Pada pukul 23.30 Wita, masyarakat Desa Ratatotok membubarkan diri kerumah masing-masing dengan dengan tertib aman.

(Rusli.m)

About Redaksi 2

Check Also

Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut Sosialisasi Perda Provinsi Sulut Tahun 2022

“Agenda sosialisasi perda dari tanggal 23-27 September 2022” Sangihe, Sulutlink.com – dr. Fransiscus Andi Silangen, …