web analytics

Bedah Buku Perang Tondano & Bedah Rumah Sam Ratulangi di Tondano

Oleh : Bert Toar Polii
Sementara ini ada beberapa penulis lokal Minahasa yang mengekspresikan kepedulian mereka dalam mengungkapkan makna sejarah Perang Tondano, antara lain : HM. Taulu (1961), Giroth Wuntu (1963), Frans Watuseke (1968), Eddy Mambu (1986), Jootje Sendoh dalam Materi Lokakarya pada 1985, Sam A.H Umboh dalam skripsinya pada tahun 1985 dan Bert Supit (1991). Kusen, Albert W.S. (2007) dan Wenas, Jessy, (2007).
Salah satu penulis Alm.Eddy Mambu yang bernama lengkap Johan Fredrik Mambu bukunya baru saja diterbitkan ulang atas prakarsa Irjen. Pol. Carlo. B. Tewu. Atas prakarsa Irjen. Pol. Carlo B. Tewu sebagai Ketua Alumni Smanto 170.1 Tondano maka digelar acara bedah buku ini di Tondano tempat kejadian perang tersebut yang sekarang menjadi objek wisata dengan nama Benteng Moraya.
Buku ini nanti akan dibedah oleh para pakar dan pemerhati pada dalam acara “Bedah Buku Perang Tondano” yang akan berlangsung pada
30 Desember 2019 pukul 12.30-17.00 WIT bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Minahasa di Tondano.
Acara bedah buku ini terbuka untuk umum dan tidak dipunggut bayaran. Namun karena terbatasnya tempat dan membantu kesiapan Panitia Penyelenggara untuk menyiapkan konsumsi maka para peminat yang akan hadir di acara ini diharapkan memberitahukan kehadirannya kepada :

  1. Chris Hombokau HP 08534236478 atau 2. Richard Montong HP 08135608008 atau 3. Noreen Lumingkewas HP 085396896900
    Sejarah perang Tondano selama ini memang menjadi bahan diskusi yang menarik daripada para pakar yg menggelutinya.
    Contohnya ada bilang Perang Tondano itu 2 kali ada yg bilang 3 kemudian nama2 yg berperan sehingga muncul protes ttg patung Korengkeng & Sarapung dll.
    Bagi yang menggeluti peristiwa heroik ini dan bagi generasi muda yg ingin mengetahui tentang sejarah Perang Tondano maka anda pantas untuk hadir.
    Sebagai pembicara ada dua orang pakar dari Unsrat, Dr. Drs. Ivan Kaunang MS dengan tema Tinjauan sejarah Perang Tondano dalam sejarah Indonesia paska Indonesia merdeka 1945 dan Valentino Lumowa Phd. S.P Fill dengan tema Makna filosofis bagi masyarakat khususnya Minahasa.
    Para pembahas ada Drs Albert B Kusen M. Hum, Drs. Fendy Parengkuan, Dr. Pelealu dan diharapkan hadir juga Beni E Matindas`
    Selain mereka ada beberapa pakar yg juga akan hadir, antara lain Boeng Dotulong seorang budayawan Minahasa yang sudah menetap di Belanda dan kebetulan sedang “mareng um banua” untuk merayakan natal dan tahun baru di kampungnya bersama isterinya. Penguasaanya tentang sejarah Minahasa yg telah digelutinya puluhan tahun pasti akan mewarnai acara bedah buku ini. Ada Bodewyn O. Grey Talumewo SS yang ikut memberi pengantar di buku yg akan dibedah dengan judul Puncak kebencian rakyat Minahasa terhadap Belanda.
    Semoga acara bedah buku yang digagas oleh Perkumpulan Alumni SMANTO 170.1 ini bisa menghasilkan diskusi yang berbobot sehingga terungkap hal-hal yang selama ini menjadi perbincangan yang ramai.
    Selain acara bedah buku, Perkumpulan Alumni SMANTO 170.1 akan berusaha mengadakan acara bedah rumah Dr. Sam Ratulangi di Tounkuramber Tondano yang posisinya di samping Kantor Bupati Minahasa dan lapangan yang dinamai Lapangan Sam Ratulangi seandainya ijin dari keluarga bisa segera didapatkan.
    Rumah khas Minahasa yang masih tegak berdiri padahal dibangun sekitar tahun 1800an dan direnovasi pada tahun 1930 akan dijadikan museum dan memperjuangkan agar rumah ini menjadi rumah cagar budaya.
    Rumah ini sudah sangat memenuhi syarat untuk itu, karena syarat untuk dijadikan rumah cagar budaya adalah :
  2. Berusia 50 tahun atau lebih
  3. Mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun
  4. Memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan.
  5. Memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

About redaksi

Check Also

TERIMA KUNJUNGAN KACAB BRI-MANAGER TELKOMSEL, BUPATI RORING MINTA LAYANAN PRIMA UNTUK RAKYAT MINAHASA

Sulutlink – Bupati Minahasa, Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si menerima kunjungan Kacab BRI Tondano, …