web analytics

BOM Meledak Di 4 Negara, Indonesia Terhindarkan

pol2Tidak disangka pada tanggal 11 Desember 2015 telah terjadi pemboman di 4 negara, dengan jumlah korban tewas dari berita terbaru (update hingga 12 Desember 2016, 22:15 WITA) didapatkan sebagai berikut ini:

Istanbul, Turki. Bom meledak di Vodafone Arena yang tengah berlangsung Turkish Super Lig pada pertandingan Besiktas vs Bursaspor. Bom pertama berasal dari mobil bus yang bergerak yang ditargetkan untuk menyerang polisi, karena bom meledak 90 menit setelah pertandingan antara Besiktas dan Bursaspor berakhir. Penonton kedua tim sudah surut waktu itu kemudian bom kedua terjadi 45 detik setelah bom pertama di Macka Park bertepatan di seberang stadion. Peledakan bom ini menewaskan 44 orang, 36 diantaranya adalah polisi. Vera Karakudu menjadi salah satu korban yang tewas malam itu.

Kairo, Mesir. Bom meledak pada Misa minggu pagi yang sedang berlangsung begitu khidmat, berlokasi di Cairo’s Coptic Catedhral. Kejadian di pagi itu menewaskan 24 orang dan juga telahterjadi peledakan bom di Kairo dua hari sebelumnya yang menewaskan 6 polisi Mesir.

Aden, Yaman. Bom meldak di tengah-tengah Ratusan tentara sedang berbaris untuk mengambil gaji di barak Al-Sawlaban, dekat dari Aden International Airport. Ledakan berasal dari bom bunuh diri pelaku yang menyusup di antara barisan tersebut dan telah menewaskan 48 tentara aktif.

Mogadishu, Somalia. Ledakan bom terjadi di Mogadishu Seaport, yang berasal dari sebuah Bom yang ditempatkan didalam truk bermuatan besar. sehingga menewaskan 22 orang yang mayoritas warga sipil.

pol1Untuk Indonesia sendiri, berkat kesiagapan Kepolisian RI dalam upaya antisipasi serta penindakan terhadap aksi terorisme, telah berhasil menangkap pelaku yang diduga sebagai pelaku teror bom pada hari sabtu 10/12/2016.

Pada hari penangkapan tersebut Densus 88 Antiteror telah mengamankan tiga orang terduga teroris di sebuah rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Sabtu, 10 Desember 2016. Mereka ialah Nur Solihin, Agus Supriyandi, dan Dian Yulia Novi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Argo mengatakan terduga teroris yang ditangkap hendak meledakkan sebuah bom di Istana Presiden ketika acara serah terima jaga Paspampres pada hari Minggu pagi, 11 Desember 2016. Argo menambahkan, penangkapan ini sebagai antisipasi serta penindakan terhadap aksi terorisme di Indonesia dan pengungkapan kasus ini merupakan prestasi dari kepolisian yaitu Densus 88 Antiteror. Besok tidak ada kejadian terror serupah, “ katanya

Bom yang ditemukan diduga memiliki daya ledak tinggi dengan berat mencapai tiga kilogram, apabila bom tersebut berhasil diledakkan di ruang terbuka, kecepatan daya ledak bisa mencapai 4.000 kilometer per jam dan dapat menghancurkan bangunan hingga benda yang berada dalam.radius sekitar 300 meter, ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes. Umar Surya Fana di lokasi penangkapan.

About Redaksi 2

Check Also

Paripurna Penyerahan LHP BPK-RI Atas LKPD T.A 2021, Sekaligus Penyerahan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Daerah Tahun 2021

Manado, sulutlink.com – Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B, …