web analytics

Bus Pariwisata Berisikan Turis Terjebak di Longsor Jalur Rurukan

Bencana tanah longsor di Kelurahan Rurukan I, Kecamatan Tomohon Timur

Sulutlink.com – Tomohon, Bencana tanah longsor kembali terjadi, kali berlokasi di Kelurahan Rurukan I, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Material longsor menutup jalur Rurukan ke Tondano, tadi malam senin 13/2/2017. Keadaaan di lokasi longsor terjadi di dua titik dengan jarak kurang lebih 200 meter.

Atas peristiwa ini mengakibatkan sebuah bus pariwisata yang berisi 30 turis dan sebuah mobil terjebak di antara longsor tersebut.

Novri Kaligis, sopir bus pariwisata mengkisahkan hingga akhirnya bus terjebak di antara longsor.

Sesuai yang dilansir dari Tribun Manado, Novri Kaligis, sopir bus pariwisata sedang membawa 30 turis dari satu di antara penginapan di Tasikria, Minahasa.

” Turis lokal bukan turis Cina,” ujarnya hari ini Selasa 14/2/2017

Ia menceritakan padaa saat persitiwa di hari Senin itu, mereka mengujungi bukit Rurukan. Usai berwisata, hendak kembali melintas jalan menuju Kota Tomohon ada longsor kecil. Akhirnya memilih jalur Rurukan-Tondano.

Sementara melintas di jalan itu, tiba-tiba terdengar suara keras. Longsor menutup di depan jalan. Hendak kembali terjadi di jalan yang sama. Hingga menutup akses.

“Kami terjebak di antara dua longsor,” jelasnya, dengan terpaksa para turis meninggalkan bus untuk berjalan kaki mencari pertolongan.

“Kami terpaksa jalan kaki diterangai cahaya handphone,” kata Novri.

Sebenarnya, kata Novri, ia hendak tinggal menjaga bus tapi sudah kehabisan bekal sehingga memilih meninggalkan bus.

“Kami jalan kaki melewati longsor khawatir jangan sampai ada longsor susulan, kasihan para turis ada yang kakinya sakit,” kata dia.

Novri bersama 30 turis itu berjalan kaki menuju Tondano sebelum akhirnya mendapat mobil untuk pulang ke Tasikria.

Hingga sore kemarin bus masih tertahan di lokasi. Karena material tanah belum disingkirkan.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Martinus Poluan, mengungkapkan bahwa untuk menyingkirkan longsor tersebut dibutuhkan bantuan alat berat.

Perangkat kelurahan, BPBD, Pol PP dan Linmas sudah berupaya membersihkan sebagian longsor, namun volume tanah yang menutup akses jalan harus terlampau besar sehingga membutuhkan bantuan alat berat.

“BPBD upayakan menggunakan alat berat loader dan eskavator untuk membuka akses jalan dan ada jalan alternatif lainnya namun jalurnya kecil serta tanjakan yang tajam,” ungkap Martius.

About Redaksi 2

Check Also

Galatia Karamoy Banjir Dukungan Di Ajang Grand Final Putri Kebudayaan Indonesia

Sulutlink – Galatia Karamoy asal Minahasa menjadi perwakilan sulut di ajang Putri Kebudayaan Indonesia, yang …