web analytics

Catatan Sepakbola Tukang Bridge Indonesia Bakal Juara AFF Pertama Kali

Oleh : Bert Toar Polii

Sorce Instagram @pssi

Sulutlink.com – Indonesia ibaratnya saat mulai AFF di Singapura tahun ini adalah Zero kalah jauh pamornya dari Vietnam, Thailand dan Singapura. Tapi lambat tapi pasti Indonesia mulai menanjak dan kini bakal jadi Hero di babak final Piala AFF 2021 yang nanti akan berlangsung nanti malam di Stadion National Singapura.
Mengapa tukang bridge berani memprediksi Indonesia akan mampu mengungguli Thailand di final nanti?
Ada beberapa alasan yang mendasarinya, yaitu pertama adalah factor pelatih Shin Tae Yong yang mumpuni dan memang bertekad untuk merubah wajah sepakbola Indonesia.
Oppa Shin panggilan akrab netizen Indonesia terutama perempuan ingin memprioritaskan pemain untuk dibina agar 10 tahun kedepan regenerasi pemain jika berhasil, Indonesia bisa berkiprah di level dunia bukan hanya sekedar Asia Tenggara.
Untuk itu ia mau menangani dari dasar seperti tentang passing yang benar dan Teknik dasar lainnya kemudian masalah perbaikan fisik pemain yang selama ini menjadi titik lemah. Sudah postur tubuh kalah ditambah lagi ototnya. Hal paling penting adalah mental pemain yang harus mau kerja keras, pantang menyerah dan berjuang sampai titik darah yang penghabisan dilapangan. Semua ini harus didasari pemahaman pemain tentang displin diri dalam segala hal. Pemain sebagus apapun akan kena coret jika melanggar aturan.
Awalnya banyak yang mencibir ketika ia lebih memilih pemain muda ketimbang pemain tua yang sudah matang dan kaya pengalaman.
Namun sekarang mulai terasa hasilnya. Pelatih Thailand Alexander Polking asal Brazil secara jujur mengakuinya. Ia mengatakan, tim Indonesia adalah tim muda yang bertenaga, pekerja keras dan berbahaya.
Hal berikut yang menjadi kelebihan STY adalah ia sangat mumpuni dalam Teknik sepakbola. Selain itu ia percaya dengan kemampuan pemain yang dipilihnya sehingga starting line-up akan sangat tergantung strategi yang akan dimainkan.
Pada laga di Piala Suzuki 2021 ia hampir tidak pernah memainkan pola yang tetap termsuk pemanfaatan pemain yang dibawahnya. Saat ini tinggal 3 pemain yang belum mendapatkan menit bermain, yaitu di posisi kipper ada Muhammad Riyandi, ada bek kanan Marckho Sandy Meraudje dan gelandang Ahmad Agung Setia Budi.
Mungkin saja mereka akan dimainkan di babak final terutama jika sudah berada diatas angin.
STY juga seperti memberi contoh kepada para pemain, dimana dia juga seakan ikut bertanding karena tidak pernah duduk, selalu berdiri di pinggir lapangan sepanjang pertandingan.
Hal terakhir adalah dengan komposisi pemain mudah yang punya mental pejuang serta terlatih untuk mampu bermain sepanjang 90 menit pertandingan jelas akan lebih menguntungkan untuk turnamen jangka Panjang seperti ini.
Kecepatan dan daya juang pemain Indonesia tukang bridge yakin akan mampu menutup kekurangan pengalaman dan kecerdasan permainan tim Thailand yang sudah lama bermain Bersama. Saat ini menurut STY tim ini belum memenuhi level yang dia inginkan, baru sekitar 60/70 %.
Memang ada sedikit kelemahan kita dengan tidak boleh dimainkannya salah satu andalan tim yaitu Pratam Arhan pada leg pertama karena mendapat akumulasi 2 kartu kuning. Selain itu Rahmat Irianto mungkin belum bisa dimainkan karena mengalami cedera ringan.
Tapi di pihak Thailand juga sama. Dua pilar mereka bek kiri Theerathon Bunmathan kena akmulasi dua kartu kuning seperti Arhan dan Kiper utama mereka Chatchai Budtporn yang cedera saat melawan Vietnam di semi final.
Ada juga keunggulan kita dari Thailand masalah beban. Sebagai tim yang diunggulkan Thailand otomatis lebih menanggung beban ketimbang Indonesia yang nothing to loose.
Mari kita nantikan Bersama.

About Redaksi 2

Check Also

Mario Mambu/Cliff Tangkuman dari Raewaya Sulut Perkasa di Seleknas AG 2022

Oleh : Bert Toar Polii Sulutlink.com – Mario Mambu/Cliff Tangkuman dari Raewaya Sulut Perkasa di …