web analytics

Catatan sepakbola Tukang Bridge : Inggris Harus Ekstra Hati-hati Lawan Denmark

Oleh : Bert Toar Polii

Doc. Instagram @euro2020

Banyak pengamat menjagokan Inggris untuk tampil di final termasuk tukang bridge. Memang patut diakui secara teknis Inggeris lebih baik disbanding Denmark. Hampir semua lini diisi pemain terbaik, di bangku cadanganpun pemain yang siap tidak kalah kelasnya.
Selain itu Inggris punya banyak keuntungan lain, seperti bermain di kandang sendiri yang otomatis akan didukung oleh pendukung setia.
Sementara itu pendukung Denmark sangat terbatas akibat aturan pemerintah Inggeris soal pandemic dan pembatasan penonton oleh UEFA.
Satu lagi yang paling berbahaya, terbukanya kran gol Harry Kane setelah mandul di babak penyisihan group. Hanya dalam dua pertandingan ia telah mencetak 3 gol sehingga Bersama Raheem Sterling mereka berdua punya peluang mengejar Ronaldo dan Schick yang sudah mengumpulkan 5 gol.
Inggeris juga berada diatas angin, karena secara jujur pelatih Denmark Kasper Hjulmand tanpa malu-malu mengakui bahwa dirinya belajar banyak dari pelatih Inggris Gareth Southgate.
Belum lagi Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU) meniru cetak biru pembinaan hingga pembentukan tim nasional dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Namun kenapa Inggeris harus ekstra hat-hati? Karena catatan sejarah tidak berpihak pada mereka. Selama ditangani Southgate sejak Nopember 2016, Denmark adalah salah satu tim yang tidak pernah dikalahkan Inggris.
Dalam duel di fase group di Liga Nasional Eropa, Denmark menahan imbang Inggris di Kopenhagen dan mengalahkan Inggris di Stadion Wembley 1-0.
Stadion Wembley menjadi tempat pertandingan ulangan antara kedua tim pada semi final Euro 2020.
Pelatih Denmark yang meniru formasi 3 -4-3 yang jadi idola di Liga Inggris terutama oleh Chelsea dan kemudian diterapkan pada laga kedua fase group melawan Belgia dan terus dipertahankan.
Dengan pola ini ia meloloskan Denmark sampai jauh ke semi final. Beruntung ia mempunyai 3 pemain yang sudah akrab dengan pol aini. Ada Christensen dari Chelsea dan Maehle dari Atlanta serta Stryger dariUdinese.
Satu lagi kekuatan Denmark, mereka hanya ingin bermain dan mecurahkan kebahagiannya serta tidak takut melawan tim manapun karena mereka tidak punya target yang muluk-muluk.
Selain itu kebersamaan mereka serta tekad untuk memberikan yang terbaik buat Eriksen yang mengalami musibah di awal turnamen akan menjadi motivasi tersendiri.

About Redaksi 2

Check Also

Coup En Passant di Wuhan

Oleh : Bert Toar Polii Sulutlink.com – Dalam permainan bridge ada beberapa teknik permainan yang …